oleh

Berani Lawan Menkumham, Ini Rekam Jejak Arief R Wismansyah

Tangerang7.com, Tangerang – Perseteruan antara Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly dan Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah berbuntut panjang. Kisruh itu pun berujung saling lapor ke polisi. Laporan disampaikan ke Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota.

Wali Kota Tangerang dilaporkan terkait dugaan penyalahgunaan lahan Kemenkumham di Kota Tangerang, Selasa (16/7/2019) siang. Sementara Wali Kota Tangerang melayangkan laporan tentang dugaan pelanggaran tata ruang pada pembangunan Kampus Politeknik Ilmu Pemasyarakatan dan Politeknik Imigrasi di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Atas perseteruan tersebut, Arief seketika ramai diperbincangkan publik. Terlebih terjadi sindir-menyindir antara Arief dengan Yasonna. Konflik antara Menkumham dan Wali Kota Tangerang berawal dari pidato Menkumham pada saat meresmikan gedung Poltekip dan Poltekim, Selasa (9/7/2019) lalu. Yasonna menyebut Pemerintah Kota Tangerang menghambat penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB) kampus tersebut.

Arief merespons pernyataan Yasonna dengan menghentikan pelayanan masyarakat di kawasan lahan Kemenkumham di Kota Tangerang. Terhitung sejak Senin (15/7/2019), Arief memutus lampu penerangan jalan umum (PJU), menghentikan pengangkutan sampah, dan tidak melakukan perbaikan drainase di kawasan lahan Kemenkumham seperti di Kompleks Kehakiman dan Kompleks Pengayoman.

Nah, siapa Arief Rachadiono Wismansyah?

Dirangkum Tangerang7.com, Rabu (17/7/2019), berikut ini rekam jejak Arief. Lahir di Tangerang pada 23 April 1977 dan menjabat sebagai Wali Kota Tangerang dua periode berturut-turut sejak 2013. Karier politik Arief menanjak sejak dia digandeng Wahidin Halim menjadi Calon Wakil Wali Kota Tangerang pada 2008. Dia naik menjadi pelaksana tugas Wali Kota Tangerang 2013 selama 2 bulan karena Wahidin diberhentikan secara hormat.

Kemudian, Arief diusung Partai Demokrat untuk maju sebagai Calon Wali Kota Tangerang dalam pemilihan kepala daerah tahun 2013. Dia maju bersama Sachrudin. Saat itu, Arief-Sachrudin bersaing dengan empat pasang kandidat lain. Pasangan Arief-Sachrudin dinyatakan menang.

Pada 2018, Arief-Sachrudin kembali maju pada Pilkada Kota Tangerang. Kali ini, pasangan petahana tak memiliki rival. Arief-Sachrudin hanya melawan kotak kosong. Pasangan ini pun menang melawan kotak kosong dengan perolehan suara hingga 84,7 persen dari total suara sah.

Situs resmi Pemerintah Kota Tangerang mencatat, sebelum berkiprah di dunia politik, Arief merupakan seorang pengusaha sukses. Dia adalah Presiden Direktur Rumah Sakit Sari Asih Group.

Arief merupakan putra ketiga dari pasangan Hj Siti Rochayah dan H Marsudi Haryoputro. Arief menghabiskan masa usia sekolah di Tangerang dan Jakarta. Dia masuk SDN 6 Tangerang dan melanjutkan di SMPN 1 Tangerang. Ketika remaja, Arief memilih SMAN 8 Jakarta.

Setelah lulus, dia langsung terbang ke Amerika Serikat dan memilih kuliah di Western Michigan University. Dia menekuni program studi engineering management. Kemudian, Arief meneruskan perkuliahan strata dua di Universitas Gadjah Mada dengan program Magister Management Rumah Sakit. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya