oleh

Benua Indah Jadi Percontohan, DLH Siapkan 50 Kampung Iklim

Tangerang7.com – Suasana asri menyapa siapa pun saat memasuki komplek RW 07, Perumahan Benua Indah, Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Karawaci, Kota Tangerang. Jalan dalam komplek bersih dari sampah. Pot-pot tanaman di depan rumah maupun yang digantung di tembok, menambah asri suasana. Hijau dan sedap dipandang.

“Sejak tahun 2015, Pemkot Tangerang mendorong kami untuk berupaya menjadikan lingkungan ini kawasan hijau, bersih, dan sehat,” ujar Supardi, Ketua RW 07 Perumahan Benua Indah, Kelurahan Pabuaran Tumpeng kepada Tangerang7.com, Selasa (22/05/2019).

Hampir semua rumah warga di RW 07 memiliki pot tanaman. Menurut Supardi, warga di lingkungan tersebut memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi untuk membuat kampungnya lebih hijau, bersih dan sehat.

“Saya selalu mengajak warga untuk memanfaatkan sekecil apa pun lahan atau tempat yang ada untuk tanaman. Ini bertujuan untuk mengendalikan suhu di lingkungan ini serta untuk menambah oksigen,” kata Supardi.

Warga RW 07 juga aktif menjalankan program bank sampah. Warga diminta memilah sampah yang bisa didaur ulang seperti kardus, kaleng, kertas, kaca, dan plastik. Sampah-sampah itu kemudian dijual.

Selain bank sampah, warga RW 07 juga punya tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di dalam komplek perumahan. Warga memberinya nama TPST Benua Hijau. Di TPST ini, sampah-sampah organik rumah tangga diolah menjadi pupuk. Sedangkan sampah anorganik ditampung di bank sampah.

“Awalnya TPST menampung sampah hanya dari warga RW 07. Tapi sekarang sudah mampu menampung sampah-sampah dari 10 RW di satu kelurahan,” kata Supardi.

Supardi, Ketua RW 07 Benua Indah, Kelurahan Pabuaran Tumpeng.

Setiap harinya, ada 6 ton sampah yang dikirim ke TPST Benua Hijau dari 10 RW di Kelurahan Pabuaran Tumpeng. Di lingkungan RW 07 saja, ada 250 rumah penghasil sampah. Setelah diolah menjadi pupuk di TPST, menyisakan sekitar 20 persen sampah yang kemudian dikirim ke Taman Pengelolaan Sampah Akhir (TPA) Rawakucing.

Upaya warga membuat lingkungannya ini menjadi kawasan hijau, bersih, dan sehat, sejalan dengan program Kampung Iklim yang sedang digalakkan Pemkot Tangerang. Nama Kampung Iklim pun disematkan untuk RW 07 Benua Indah, Kelurahan Pabuaran Tumpeng ini.

Kampung Iklim RW 07 Benua Indah ini juga pernah mendapat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, akan dibentuk Kampung-Kampung Iklim lainnya di kota ini. Dengan keberadaan Kampung Iklim, masyarakat dituntut untuk memilah sampah, menanam pohon dan membuat biopori.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Engkos Zarkasyi mengatakan, tahun 2019 ini ditargetkan 50 Kampung Iklim terbentuk dan tersebar di 13 kecamatan.

“Kampung Iklim ini bertujuan untuk mengajak dan merubah pola pikir masyarakat untuk menciptkan lingkungan yang bersih, hijau, dan indah,” kata Engkos Zarkasyi.

Kampung Iklim, kata Engkos merupakan kelanjutan dari Kampung Hijau yang pembinaannya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Dalam implementasinya, masyarakat diajak untuk melaksanakan gotong royong dan bersinergi dengan pemerintah maupun swasta.

“Dinas Lingkungan Hidup memiliki tim yang nantinya bersinergi dengan masyarakat untuk menciptakan Kampung Iklim,” kata Engkos.

Engkos menerangkan, fokus utama Kampung Iklim adalah bagaimana masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan persampahan dengan cara memilah sampah anorganik dan organik dari rumahnya masing-masing dan terus menanam pohon di lingkungan rumahnya masing-masing minimal 25 pohon seorang seumur hidupnya.

“Tujuannya adalah untuk menciptakan udara yang lebih bersih dan sejuk serta lingkungan yang lebih hijau dan asri,” katanya.

Selain menumbuhkan budaya memilah sampah, warga di Kampung Iklim juga didorong membuat biopori jumbo dan sumur resapan sebagai alternatif menabung air dan mengatasi genangan di wilayah masing-masing.

Pada 24 Februari 2019 lalu, Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin berkunjung ke Kampung Iklim di Benua Indah, Kelurahan Pabuaran Tumpeng. Di sana, Sachrudin mencanangkan pembentukan 50 Kampung Iklim di 13 kecamatan.

“Ini bertujuan untuk membentuk perilaku sikap dan mental masyarakat yang lebih baik serta menciptakan lingkungan yang lebih siap dalam menghadapi perubahan iklim,” jelas Sachrudin.

Ia berharap adanya program Pemkot Tangerang yang akan membentuk 50 kampung iklim ini bisa memotivasi wilayah lain di Kota Tangerang untuk membentuk kampung-kampung iklim baru.

“Target kita 50 kampung nih di 13 Kecamatan yang nantinya 50 kampung ini diharapkan bisa mengedukasi kampung-kampung yang lain,” kata Sachrudin. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya