oleh

Begini Kronologi dan Fakta Bikers Tersungkur Ditendang Polisi

Tangerang7.com, Cikupa – Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif langsung menindaklanjuti video viral tentang oknum polantas menendang seorang pengendara sepeda motor atau bikers hingga tersungkur di tengah jalan.

“Sebagai respons atas video itu, kami langsung melakukan pendalaman,” kata Sabilul dalam keterangan tertulis, Jumat (30/8/2019).

Mantan Kapolres Jember ini menuturkan kronologi dan fakta video viral tersebut. Dari hasil pemeriksaan, terungkap jika hal itu terjadi di Pertigaan Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, tadi pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Pada saat itu, dua personel Satlantas Polresta Tangerang, yakni Brigadir NW dan Brigadir MDH, sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas. Kemudian, melintas bikers tanpa mengenakan helm. Ia mengendarai Honda Beat bernopol B 6062 GFG.

Brigadir MDH pun memberhentikan si pengendara itu. Saat dilakukan pemeriksaan, bikers tersebut diketahui berinisial AS (20). Selain tidak mengenakan helm, AS tidak memiliki SIM. Sehingga, polisi memberikan sanksi tilang. Namun, AS enggan menerima surat tilang dan terus mengajak polisi untuk adu argumentasi.

Pada saat itu, melintas bikers Yamaha RX King dan diberhentikan oleh Brigadir NW karena tidak memakai helm pula. Polisi lalu memeriksa bikers itu dan diketahui berinisial AP (20). Dari hasil pemeriksaan, AP tidak memiliki SIM dan motor RX King tersebut tidak dilengkapi dengan STNK.

Diduga Hasil Kejahatan

Tidak hanya tanpa SIM dan STNK, sepeda motor AP tidak dilengkapi dengan spion. Ia pun mengaku mendapatkan sepeda motor tersebut melalui jual beli daring. “Kepada petugas, AP mengaku motor RX King itu dibelinya secara online,” kata Sabilul.

Ketika masih memproses pengendara RX King, Brigadir NW mendengar perdebatan antara Brigadir MDH dengan pengendara Honda Beat. Pasalnya, pengendara Honda Beat masih kekeh menolak ditilang. Brigadir NW kemudian mencoba menengahi perdebatan itu.

Saat Brigadir NW menengahi perbebatan antara Brigadir MDH dengan pengendara Honda Beat, tiba-tiba AP memacu motor RX King tadi dan berusaha melarikan diri. Secara refleks Brigadir NW menendang motor RX King tersebut.

Sabilul mengatakan, sepeda motor RX King yang dikendarai AP itu diduga kuat merupakan hasil kejahatan. Sebab, AP tidak bisa menunjukkan surat-surat resmi. Apalagi AP mengaku membeli sepeda motor itu secara online. “Serta ditambah usaha AP melarikan diri, sehingga anggota refleks,” ujar Sabilul.

Meski demikian, Sabilul memastikan oknum polantas dalam video viral itu telah menjalani pemeriksaan di provos. Dia juga mengajak masyarakat melihat peristiwa itu secara utuh, yakni ada kecurigaan sepeda motor itu merupakan hasil kejahatan. (rls/odo/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya