oleh

Bed Pasien Covid-19 RSUD Tangeraq1ng Terisi 90 Persen, Sisanya Sudah Waiting List

Tangerang7.com, Tangerang – Tingkat ketersediaan atau okupansi tempat tidur, di RSUD Kota Tangerang, saat ini sudah maksimal.
Sebanyak 141 dari 156 tempat tidur telah terisi. Bahkan, belasan pasien melakukan waiting list untuk fasilitas ruang ICU dan NICU.
“Saat ini, kasus covid-19 sedang tinggi-tingginya. Sesuai dengan prediksi pengamat kesehatan dua minggu pasca lebaran lonjakan terus meningkat tajam.
“Terbukti, persentasi tempat tidur di RSUD Kota Tangerang sudah 97,38 persen telah terisi,” ungkap Direktur RSUD Kota Tangerang dr Dini Anggraeni, Rabu (16/6/2021).
Ia memaparkan, grafik penambahan pasien covid-19 rawat inap di tanggal 1 hingga 10 Juni masih di angka 10 hingga 16 pasien per harinya. Namun, lonjakan terus meningkat sejak 10 Juni hingga saat ini, dengan rata-rata 25 hingga 31 pasien baru masuk setiap harinya.
“Memang peningkatan ini diiringi dengan pasien yang sembuh atau keluar. Namun, angka pasien masuk berbanding jauh dengan pasien yang keluar. Sehingga, kepadatan pasien covid-19 di RSUD Kota Tangerang pun saat ini terjadi,” katanya.
Ia memaparkan, dengan kondisi lonjakan yang terjadi saat ini, RSUD Kota Tangerang sudah menambah ketersediaan tempat tidur dua kali. “Normalnya, kapasitas tempat tidur RSUD Kota Tangerang itu 104 bed. Pada 7 Juni kita tambah 26 bed, selang beberapa hari tambah lagi 26 bed. Semua penambahan dilakukan dilantai 8, totalnya 156 tempat tidur ,” tegasnya.
Ia pun membagi kisahnya, pasien covid-19 di RSUD Kota Tangerang bukan pasien dalam penanganan biasa. Mereka berusia 18 tahun ke atas dan beberapa kategori lansia. Pasien kebanyakan mengalami kesulitan bernapas tanpa bantuan oksigen. Mulai dari ringan hingga berat dengan saturasi oksigen yang rendah.
“Dalam kondisi ruang isolasi yang penuh, kondisi pasien yang tergolong butuh penanganan khusus. Belum lagi, permintaan dari pasien RIT. Melalui 102 perawat khusus covid-19, empat dokter paru dan lima dokter spesialis dalam, RSUD Kota Tangerang terus berusaha memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin,” jelas dr Dini.
Kondisi lonjakan kasus covid-19 saat ini tidak bisa dianggap remeh. Tenaga kesehatan sebagai garda terakhir terus berusaha memberikan yang terbaik. Namun, protokol kesehatan tetaplah garda terdepan dalam pengendalian pandemi covid-19 ini.
“Ini dalam kondisi yang perlu kita waspadai, patuhi prokes 5M dan PHBS di mana pun, kapan pun. Jaga diri kita, keluarga kita, dan lingkungan kita. Sudah tidak bisa egois yang akhirnya merugikan banyak orang, dan itu sudah banyak contohnya,” tandasnya. (t7/ist)
Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya