oleh

Bar di Summarecon Mal Serpong Terindikasi Melanggar Aturan Bupati

Tangerang7.com, Kelapa Dua – Pemerintah Kabupaten Tangerang telah melarang siapapun untuk mengonsumsi minuman beralkohol (minol) di ruang publik, seperti pusat perbelanjaan dan tempat keramaian lainnya. Namun larangan itu tak didukung oleh pelaku bisnis. Mereka justru menyediakan tempat mengonsumsi minuman haram itu di tempat terbuka.

Kawasan Downtown Walk Summarecon Mal Serpong (SMS), Kelapa Dua, adalah salah satunya. Di sana, orang dengan mudah membeli dan menenggak minuman beralkohol sesuka hati. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang pun tak bisa berbuat banyak mengendalikan peredaran minuman beralkohol di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang Jan Piter Situmorang mengatakan, kewenangan mengendalikan dan pemberian izin penjualan minuman beralkohol ada pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Piter menyayangkan bila ada pelaku bisnis yang telah mengantongi izin, kemudian mengabaikan aturan yang ada.

“Salahnya izinnya dikeluarkan BP2T (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu -sekarang DPMPTSP-). Padahal tidak sesuai locus (tempat),” ujar Piter kepada Tangerang7.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (17/3/2019).

Piter mendapat informasi minuman beralkohol bebas dikonsumsi di kawasan terbuka Downtown Walk Summarecon Mal Serpong. Dia berjanji menindaklanjuti informasi tersebut dan secepatnya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti DPMPTSP dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Hal senada disampaikan Zakaria, Penyidik Pegawai Negeri Sipil Satpol PP Kabupaten Tangerang. Zakaria tidak secara eksplisit mengatakan penjualan minuman beralkohol di Downtown Walk Summarecon Mal Serpong itu melanggar.

Namun menurutnya menjual dan membiarkan orang minum bir di tempat terbuka adalah bentuk pelanggaran terhadap Perda Kabupaten Tangerang Nomor 9 Tahun 2008. “Itu di tempat umum, gak boleh,” tandas Zakaria.

Salah satu jenis minuman beralkohol yang dijual di bar kawasan Summarecon Mall Serpong. (Foto : Tangerang7.com)

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang Nono Sudarno belum merespons pertanyaan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp ihwal izin penjualan minuman beralkohol di tenant Summarecon Mal Serpong. Wartawan Tangerang7.com masih terus berupaya untuk meminta konfirmasi.

Untuk diketahui, Pemkab Tangerang telah mengatur penjualan minuman beralkohol di wilayahnya. Aturan itu dituangkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Tangerang Nomor 14 Tahun 2016 yang ditandatangani Bupati Ahmed Zaki Iskandar. Perbup tersebut merupakan perpanjangan dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Dalam pasal 11 perbup tersebut mengatur semua minuman beralkohol apapun jenisnya, berapapun kadar alkoholnya, hanya boleh diminum pada tempat-tempat yang diizinkan. Di antara tempat-tempat yang diizinkan itu yakni tempat tertutup dan tidak mudah terlihat.

Namun bagi penggemar minuman mengandung etanol, tak sulit menemukan tempat menenggak minol di area Downtown Walk. Ada banyak minol jenis bir impor yang dijual di pusat keramaian tersebut. Seperti Erdinger, Duvel, Paulener hingga Warsteiner Premium. Ada juga bir jenis lokal tersedia di sini mulai dari Bintang Draught, Bali Hai, Anker, hingga Heineken Draught.

“Di sini ada berbagai pilihan kadar alkoholnya dan berbagai merek. Dari yang 4,8 persen sampai sekitar 40 persen. Kalau mau yang bagus ada Gilbeys Distiller Blend dan Vibe Exotic Lychee,” kata salah seorang pelayan salah satu bar atau kedai tempat minum-minum di Downtown Walk SMS.

Jumat malam kemarin, bar di Downtown Walk Summarecon Mal Serpong itu tampak sudah dipenuhi pengunjung dengan gelas dan botol minol berbagai merek di atas meja. Pemandangan ini terlihat jelas dari luar kedai.

Sementara pengunjung yang tidak kebagian tempat, bisa meminumnya di luar bar, di tempat yang lebih terbuka lengkap dengan meja kursi yang tersedia di sana. Syaratnya, botol minol tak boleh dibawa ke luar bar. Minol yang dibeli dituang terlebih dahulu dalam pitcher set.

Pengunjung yang minum minol di area Downtown Walk itu berasal dari berbagai kalangan. Sebagian besar adalah pekerja swasta. Tetapi banyak juga mahasiswa nongkrong di Downtown Walk ditemani minol.

Pengunjung bebas menikmati bir maupun jenis minol lainnya di area Downtown Walk ini sampai pukul 24.00 WIB setiap harinya. Bahkan di akhir pekan, tenant minol itu baru akan tutup pukul 03.00 WIB. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 comments

Berita Lainnya