oleh

Banyak Warga Tangsel Kerja di Jakarta, Airin Ikut Jajal MRT

Tangerang7.com – Sejak Selasa (12/03/2019), moda raya terpadu (MRT) di Jakarta mulai diuji coba operasi penuh dengan melibatkan publik. Uji coba akan berlangsung sampai minggu depan.

Layanan MRT ini akan didukung angkutan pengumpan dari Kota Tangsel. PT Transjakarta, PT MRT, Pemerintah Kota Tangsel, dan PT Jaya Real Property Tbk bekerja sama menyediakan bus Royaltrans mulai Rabu kemarin.

“Dalam layanan MRT, tidak akan maksimal jika tidak ada (didukung) transportasi massal lainnya (seperti Transjakarta),” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar dalam keterangan pers.

Dalam uji coba, hadir Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono, dan Direktur PT Jaya Real Property Tbk, Gatot Setyo Waluyo.

Airin berterima kasih kepada PT MRT dan Transjakarta yang melayani warganya. “Saya dan warga Tangerang Selatan senang dengan adanya MRT karena di atas 50 persen warga Tangsel bekerja di Jakarta. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu alternatif moda transportasi umum yang digunakan dan dimanfaatkan,” kata Airin.

Royaltrans tersedia rute BSD Serpong-Bundaran Senayan dengan penurunan penumpang di Stasiun MRT Fatmawati. Juga Bintaro-Blok M dengan penurunan penumpang di Stasiun Fatmawati dan Bintaro-Bundaran HI dengan penurunan penumpang di Stasiun Lebak Bulus.

Dilansir Kompas, dalam usulan MRT dan LRT pada rapat pembahasan di DPRD DKI Jakarta sebelumnya, untuk MRT, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan tarif Rp12.000 dan PT MRT Jakarta mengusulkan tarif Rp8.500-Rp10.000 per penumpang. Adapun Pemprov DKI mengusulkan Rp10.000 per penumpang. Sementara kemauan membayar warga atas tarif MRT adalah Rp8.500-12.500 per orang.

Untuk LRT, usulan tarif DTKJ adalah Rp10.800 per penumpang. Usulan PT LRT Jakarta Rp5.000-Rp7.000. Adapun usulan Pemprov DKI sebesar Rp6.000. Kemauan warga membayar Rp5.000-Rp7.000.

Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta Tuhiyat  menjelaskan, untuk tarif itu nanti bisa lebih atau kurang dari Rp10.000 per orang. Apabila tarif lebih mahal dari usulan, target jumlah penumpang tidak tercapai.

Apabila tarif lebih rendah dari usulan, penumpang akan membeludak dan kapasitas kereta MRT tidak mencukupi. Untuk diketahui, satu rangkaian kereta MRT diatur mengangkut maksimal 1.850 orang. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya