oleh

Bang Zul : Pemerintah Harus Pertimbangkan Ulang Bahayanya Alat Ventilator Udara untuk Pasien OTG/Covid-19

Tangerang7.com, Tangerang – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Zulfikar Hamonangan, SH meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI meninjau ulang pemasangan ventilator udara di rumah sakit yang diperuntukkan bagi pasien covid-19.

Ia menilai, ventilator udara ini bisa membahayakan pasien covid-19. Apalagi jika pasien tersebut usianya sudah di atas lima puluh tahun. Rata-rata dari mereka meninggal dunia.

“Sebagai wakil rakyat yang konsen terhadap kesehatan dan keselamatan rakyat, saya meminta pemerintah untuk meninjau ulang dan menarik semua alat tersebut,” kata Bang Zul, sapaannya, ketika ditemui di Tangerang, Jumat (15/1/2021).

Bang Zul menilai, ventilator udara bukan satu-satunya alat yang dapat menyembuhkan penyakit covid-19 dan peningkatan oksigen dalam darah. “Juga bukan satu-satunya alat yang sudah dijamin dapat menyembuhkan pasien yang sesak napas. Alat ini sangat berbahaya,” kata Kepala Badan Pembinaan Jaringan Konstituen DPP Partai Demokrat ini.

Berdasarkan literasi yang ia peroleh, alat ini karena pernapasan dihentikan melalui hidung dan dipasangkan lewat rongga mulut ke paru paru, alat yang dipasang tidak ada jaminan sudah bersih baik selang dan pipa atau lainnya, asupan makan tidak lagi melalui mulut tapi disalurkan melalui selang ke lambung, alat yang dipasang apakah ada jaminan tidak kena bakteri dan jamur.

Selain itu, alat ini terlalu meningkatkan oksigen yang berlebihan dan membuat bengkak paru-paru dan tidak stabil fungsi organ jantung, ginjal, dan otak. Dalam alat itu terjadi penekanan yang berlebihan di luar batas kewajaran.

Seorang pasien dipasang ventilator udara saat dirawat di sebuah rumah sakit.

Alat tersebut mengakibatkan luka pada organ tubuh manusia. Ketika dibius total membahayakan fungsi otak dan lainnya.
Semakin hari pasien akan semakin lemah karena imunnya berkurang karena asupan makanan yang kurang. Alat ventilator udara terlalu berbahaya dengan tidak stabilnya oksigen yang dipaksakan, bukan diatur melalui hidung secara normal.

“Sejak Indonesia merdeka sampai hari ini dan sudah lama rumah sakit berdiri, belum ada kejadian orang sakit demam, flu atau lainnya harus mengunakan alat tersebut, kecuali akibat kecelakaan berat yang tidak lagi dapat bernapas. Untuk manusia yang kena penyakit paru-paru atau infeksi, alat ini sangat berbahaya,” ujar Bang Zul.

Bang Zul juga menilai, harga sewa alat ini relatif mahal karena dibayar per jam, sehingga dapat menguras isi kantong masyarakat secara berlebihan.

“Oleh karena itu, saya meminta pemerintah segera menarik alat ini dari rumah sakit. Saya meminta hentikan penggunaan ventilator udara untuk pasien covid-19,” kata Bang Zul tegas. (t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya