oleh

ATM Beras Resmi Diluncurkan, Alternatif Menyalurkan Bantuan

Tangerang7.com, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang secara resmi meluncurkan ATM Beras, yakni Anjungan Terima Mandiri Beras bagi kaum duafa. Pemerintah daerah setempat menempatkan mesin berisi beras di Masjid Raya Al Azhom. Program ini sebagai upaya mengatasi permasalahan sosial masyarakat.

ATM Beras itu diterima dari Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Serah terima mesin canggih ini dilakukan pada Rabu (29/5/2019). Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Alumni FKUI, karena tergerak untuk kesejahteraan dan kepentingan masyarakat.

“Alhamdulillah, baru saja kita menerima sumbangan bantuan berupa mesin ATM Beras. Atas nama Pengurus DKM Masjid Raya Al Azhom, kami berharap mesin ATM Beras ini bisa bermanfaat untuk masyarakat utamanya kaum duafa,” kata Sachrudin.

Menurutnya, ATM tersebut dapat menggerakkan hati masyarakat untuk berdonasi dengan memberikan beras kepada mustahik. “Mudah-mudahan ada donatur yang tergerak hatinya untuk memberikan sumbangan,” ucap Sachrudin.

Adapun sumbangan beras dapat disalurkan melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) di masjid dan musala sekitar tempat tinggal. Keberadaan ATM Beras bisa dijadikan sebagai alternatif bagi masyarakat untuk menyalurkan bantuan.

“Dengan adanya mesin ATM Beras ini berarti ada alternatif bagi kita dalam menyalurkan bantuan secara efektif untuk masyarakat,” kata Sachrudin.

Sementara perwakilan Alumni FKUI, Roza Fitri, menjelaskan cara kerja mesin ATM Beras. Di mana mesin ini bekerja sebagaimana mesin anjungan tunai mandiri perbankan. Hanya saja di ATM bank masyarakat melakukan transaksi uang.

“Cara pemakaiannya gampang, satu mesin ATM Beras bisa memuat 240 liter beras. Nanti dapat dipakai untuk 50 sampai 500 kartu ATM,” jelas Roza.

Mesin ATM Beras memiliki ukuran panjang 60 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 160 cm. Mesin berbentuk bak lemari ini ditempatkan di pelataran Masjid Raya Al Azhom, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

“Jadi yang memberi dan menerima bisa sama-sama nyaman, walaupun tidak saling mengetahui. Ini ditaruh di masjid, jadi sekalian beribadah dan berdoa,” ujar Roza.

Ia menegaskan, ATM Beras diperuntukkan bagi duafa yang telah terdaftar sebagai penerima manfaat beras. Mesin ini akan mengeluarkan beras dalam jumlah tertentu secara otomatis.

“Datanya nanti dari dinas sosial atau biasanya masjid dan musala sudah punya data masyarakat duafa, nanti kartu ATM Beras-nya diinstal. Tidak bisa diwakilkan, orangnya harus datang sendiri, sehingga data penerima manfaat beras lebih autentik dan tidak terjadi kolusi,” tandas Roza. (fdy/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya