oleh

ASN Mulai Cuti 30 Mei 2019, tetapi…

Tangerang7.com, Tigaraksa – Pemerintah telah menetapkan cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah atau 2019 Masehi. Aparatur sipil negara (ASN) terakhir bekerja pada Rabu (29/5/2019). Para ASN kembali beraktivitas tanggal 10 Juni mendatang.

Libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri sebanyak 11 hari. Di dalamnya termasuk libur nasional Kenaikan Isa Al Masih tanggal 30 Mei dan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni. Adapun cuti bersama hanya tiga hari, yakni jatuh pada tanggal 3, 4, dan 7 Juni 2019.

Mengutip dari akun resmi Instagram Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), @kemenko_pmk, penetapan hari libur nasional dan cuti bersama ini berdasarkan Keputusan Bersama Menteri. Keputusan itu ditandatangani oleh tiga menteri, terdiri dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin.

“Penerbitan Keputusan Bersama tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2019 adalah dalam rangka efisiensi dan efektivitas hari kerja serta memberi pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta dalam melaksanakan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019,” tulis akun tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, meskipun ASN terakhir masuk kerja pada 29 Mei, tetapi wajib mengikuti upacara dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada Sabtu (1/6/2019). Hal tersebut sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri. Surat bernomor 850/4242/SJ itu diterbitkan pada 24 Mei 2019.

“Terakhir masuk Rabu, tetapi Pemkab Tangerang akan melaksanakan apel memperingati Hari Lahir Pancasila pada hari Sabtu,” ujar Rudi Maesyal, sapaan akrab Moch Maesyal Rasyid, saat memimpin apel pagi di Lapangan Maulana Yudha Negara, Tigaraksa, Senin (27/5/2019).

Ia pun mempersilakan para ASN untuk mudik, menemui sanak saudara di kampung halaman. Ia juga berpesan agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam perjalanan. Namun demikian, ASN harus menyelesaikan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat, sehingga pekerjaan tidak menumpuk.

“Silakan mudik, tetapi selesaikan tugas-tugas kantor yang akan ditinggalkan. Pelayanan masyarakat lebih utama sebagai ASN yang patuh aturan,” tandas Rudi Maesyal. (rls/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya