oleh

Apa Kata Camat Terkait Perpanjangan PSBB ? Ini Penjelasannya

Tangerang7.com, Tigaraksa – Kabupaten Tangerang memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), selama 14 hari, terhitung Sabtu 2 Mei 2020 pukul 00.01 WIB.

Lalu, apa kata para camat terkait perpanjangan PSBB ini ? Berikut pendapat sejumlah camat di Kabupaten Tangerang :

Camat Sepatan Dadang Sudrajat sangat menyambut baik rencana penerapan PSBB sesi dua di Kabupaten Tangerang yang akan dimulai Sabtu 2 Mei 2020, pukul 00.01 WIB.

Dadang mengungkapkan, PSBB sesi dua lebih kepada penindakan hukum yang humanis untuk membuat efek jera masyarakat yang melanggar.

“Pada PSBB sesi pertama kan lebih kepada edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Dadang dalam keterangannya melalui Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang.

Dadang melanjutkan, pihaknya sangat mendukung keputusan Bupati Tangerang guna memberi penyadaran akan pentingnya PSBB. “Ini untuk melindungi kita semua dari kemungkinan terjadinya penularan covid-19 dari orang lain.
Saya sangat yakin penanganan covid-19 akan segera teratasi asalkan ditaati secara disiplin. Bukan tidak mungkin jika penularan covid-19 akan menurun dalam waktu yang cepat sesuai jangka waktu PSBB,” kata Dadang.

Camat Pagedangan Dadan Gandana menambahkan, rencana penerapan PSBB kedua harus didukung semua pihak demi percepatan wabah corona di Kabupaten Tangerang.

“PSBB sesi dua ini, perlu ada sanksi tegas bagi yang tidak mematuhi. Pada PSBB sesi pertama masih banyak masyarakat yang melanggar, masih banyak yang berkumpul dan keluar rumah,” kata Dadan, dalam keterangannya melalui Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang.

Camat Kelapadua Prima Saras Puspa saat sosialisasi PSBB.

Untuk Kecamatan Pagedangan, pihaknya melakukan pengawasan dan pembagian tugas di daerah yang menjadi titik check point. Selain itu banyak perumahan melakukan portal untuk pengamanan keluar masuk kawasan.

Camat Kelapadua Prima Saras Puspa juga sangat setuju dilakukan penerapan PSBB kedua. Perlu ada sanksi tegas kepada masyarakat yang melanggar dalam PSBB di Kabupaten Tangerang.

Apalagi di wilayahnya merupakan zona merah wabah covid-19 di Kabupaten Tangerang. Kecamatan Kelapadua urutan pertama dalam sebaran wabah corona di setiap kecamatan.

“Saya harap ada penerapan pemberian sanksi bagi yang melanggar PSSB kedua ini, karena pada saat patroli di lapangan banyak sekali pelanggaran yang terjadi. Masyarakat masih banyak berkumpul dan keluar rumah. Artinya kesadaran masyarakat masih rendah,” kata Prima.

Prima yang pernah menjabat Camat Panongan ini sangat berharap ada bantuan penyuluh agama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat kaitannya dengan ibadah di rumah.

Selain itu, ia juga meminta bantuan kepada Bupati Tangerang agar bisa meminjamkan mobil patroli Satpol PP, mengingat mobil patroli yang dimiliki Kecamatan Kelapadua hanya satu unit. “Ini untuk mengcover wilayah Kelapadua yang sangat padat penduduknya.
Kalau bisa, kami minta dipinjamkan mobil Satpol PP kecamatan lain, yang tidak masuk zona merah covid-19. Ini sangat penting untuk melakukan patroli,” ujarnya.

Camat Teluknaga Supriyadinta, menyampikan hal serupa. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan di tiap-tiap pintu masuk desa dengan melakukan chek point dan pembagian masker kepada pengguna jalan.

“Kami sangat setuju diberikan sanksi bagi yang melanggar PSBB. Pemberian sanksi ini untuk mencegah penyebaran virus corona. Kesadaran masyarakat atas wabah corona ini masih rendah. Terbukti masih ada yang keluar rumah terutama menjelang sore hari,” katanya. (rls/t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya