oleh

Apa Kabar Bantuan Kemensos untuk Korban Tsunami Selat Sunda?

Tangerang7.com, Tigaraksa – Masih ingat bencana tsunami pada 22 Desember 2018 lalu? Di mana, gelombang tsunami Selat Sunda menghantam Banten dan Lampung secara tiba-tiba di malam hari. Peristiwa itu menelan banyak korban jiwa.

Setidaknya, terdapat tiga wilayah terdampak tsunami Selat Sunda yaitu Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. 55 orang korban merupakan warga Kabupaten Tangerang. 25 orang tewas dan 30 lainnya luka-luka. Namun, sejauh ini para korban ataupun ahli waris belum menerima santunan dari Kementerian Sosial.

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Terhadap Korban Bencana Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Lili Amalyah mengatakan, bantuan untuk korban tsunami Selat Sunda sudah diajukan ke Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Provinsi Banten. Tetapi, sampai hari ini, Selasa (20/8/2019), belum ada kejelasan.

“Di Kemensos sudah diterima pengajuannya, cuma saya belum dapat kabar lagi,” ujar Lili.

Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, lanjut dia, sudah melengkapi persyaratan administrasi. Termasuk memverifikasi identitas, alamat, dan nomor rekening ahli waris korban meninggal dunia. “25 korban meninggal dunia serta 30 korban mengalami luka berat dan ringan,” jelas dia.

Berdasarkan pasal 69 ayat 1 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, maka pemerintah pusat dan daerah menyediakan bantuan santunan duka cita dan kecacatan bagi korban bencana. Lili mengaku menyayangkan karena santunan hanya diberikan kepada ahli waris korban meninggal dunia.

“Dapet santunan Rp 15 juta untuk satu korban meninggal. Infonya yang disantuni hanya yang meninggal saja. Menurut saya, kalau bisa semuanya (diberikan santunan) karena data sudah kami ajukan semua,” ucap dia.

Kendati demikian, Lili enggan ikut campur terkait penyaluran bantuan itu. Pasalnya, bantuan disalurkan melalui rekening setelah tim dari Kementerian Sosial melakukan verifikasi ulang ke lapangan.

“Saya enggak mau ikut campur pemberiannya karena lewat rekening dan nanti dari pihak kementerian ada verifikasi ulang ke lapangan, jadi benar-benar check and recheck,” pungkas dia.

Rp580 Juta dari Pemkab Tangerang

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyalurkan santunan dengan total Rp580 juta bagi warga Kabupaten Tangerang korban tsunami Selat Sunda. Penerima santunan berjumlah 78 orang.

Terdiri dari 25 orang ahli waris korban meninggal dunia dan 53 orang korban luka berat. Santunan diserahkan oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di halaman Kantor Kecamatan Pasar Kemis, 16 April 2019 lalu. (odo/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya