oleh

Anggota Paskibraka Tangsel Meninggal, Keluarga Tak Bawa ke Jalur Hukum

Tangerang7.com, Serpong – Kabar duka datang dari kalangan pelajar. Aurellia Qurratuaini, siswi Kelas XI MIPA 3 SMA Al-Azhar BSD, Serpong, Tangerang Selatan, mengembuskan napas terakhir. Ia diduga meninggal dunia akibat pelatihan menjadi anggota pasukan pengibar bendera pusaka atau paskibraka.

Warga Perumahan Taman Royal II, Cipondoh, Kota Tangerang ini disebut-sebut sebagai calon pembawa baki dalam pengibaran Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 tanggal 17 Agustus 2019 mendatang di Kota Tangerang Selatan.

Aurel diketahui meninggal dunia pada Kamis (1/8/2019) pukul 04.00 WIB. Sebelum meninggal, ia sempat menjalani latihan yang cukup berat. Selama latihan, Aurel dan beberapa anggota paskibraka lainnya kerap disuruh oleh seniornya untuk push up dengan tangan dikepal, memakan jeruk beserta kulit-kulitnya, hingga menulis buku diary.

Paman Aurel, Romi mengatakan, banyak kejanggalan dalam kematian keponakannya itu. “Tubuhnya lebam membiru. Dia (Aurel) juga sempat cerita kalau pernah dipukul oleh seniornya di paskibra,” ujar Romi.

Ayah Aurel, Farid Abdurrahman (42), mengaku tidak akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Dia ikhlas putri kesayangannya itu menghadap Sang Pencipta. Namun, Farid berharap kasus yang menimpa putrinya ini menjadi pelajaran dan pembenahan pihak terkait yang terlibat dalam melatih para paskibraka Tangerang Selatan.

“Secara langkah hukum ini tidak akan kita lakukan prosedur tindakan. Akan tetapi tindakan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh itu sudah kita sampaikan ke Ibu Wali Kota Tangsel bahwa harus dilakukan evaluasi,” ucap dia, seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (3/8/2019).

Farid mengaku sudah memberikan masukan kepada Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany terkait sistem pelatihan paskibraka. Termasuk usul menyediakan tim medis untuk para anggota paskibraka.

“Alhamdulillah mulai tadi sudah ditindaklanjuti oleh Bu Wali Kota, Bu Airin. Saya sudah dapat laporan dari orang tua anggota paskibra yang lain bahwa sudah standby petugas medis di lokasi,” kata dia. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya