oleh

Anggota DPR RI Zulfikar : Hallo PLN Tagihan Listrik Naik, Rakyat Lagi Dapat Musuh Covid, Jangan Sampai Kejepit

Tangerang7.com, Tangerang – Jangan sekali-kali buat alasan yang tidak masuk akal ke masyarakat dengan tagihan listrik sampai tiga kali lipat dari biasanya.

Akibat pandemi covid-19 bukan alasan bahwa PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kurang kontrol terhadap mencatat meteran. PT PLN di saat covid-19, makin kejepit.

Demikian disampaikan anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Demokrat Zulfikar Hamonangan, SH menyikapi membengkaknya tagihan listrik masyarakat, sehingga makin membebani ekonomi masyarakat yang saat ini terpuruk.

Ia mengatakan, jika memang PT PLN yang lalai akibat pencatatan meter, janganlah konsumen dibebankan atas tarif listrik yang belum dapat dicek akurat tidaknya catatan angka dari PLN tersebut.

“PLN dapat menggunakan seragam alat pelindung diri (APD) untuk datang secara door to door dalam pengecekan catat meter. Jangan akibat covid-19, masyarakat dibuat makin kejepit akibat tarif listrik yang melonjak tiga kali lipat dari pembayaran rata-rata sebelumnya,” kata Bang Zul, panggilan akrab Zulfikar saat ditemui di Tangerang, Kamis (11/6/2020).

Kata Bang Zul, jangankan rakyat yang mengalami kesulitan. Kondisi beberapa pemerintahan daerah pun, seperti Solo berat membayar tarif listrik apalagi masyarakat. Hal ini perlu disikapi perlindungan konsumen terhadap PT PLN yang seringkali membuat geger masyarakat tanpa ada penjelasan atau pemberitahuan terlebih dahulu terhadap perubahan harga dan tingkatkan pelayanan yang kurang maksimal.

“Masyarakat kaget dan dikejutkan kabar kenaikan tagihan tarif harga listrik PT PLN. Kenaikannya cukup signifikan. Di tengah situasi yang serba sulit ini, tentu saja kebijakan ini memantik sejumlah pihak. Beberapa pengusaha di Banten mengeluh atas adanya kurang bayar meter PLN sementara pemasangan awal meter dari pihak PLN tiba-tiba dalam satu tahun datang tagihan susulan. Seharusnya, hal ini tidak boleh terjadi dan saat ini bukan hanya perusahaan tapi sudah sampai ke masyarakat saat ini juga dibebani beban yang sama,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Banten tiga ini (meliputi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan).

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Turun, Anggota DPR RI Dorong Pertamina Turunkan Harga BBM

Bang Zul mengaku prihatin cara kerja PT PLN yang mengatakan bahawa semua ini karena kondisi covid-19.

“Pernyataan dari PT PLN bagi saya pribadi semua itu tidak masuk diakal. Seharusnya, PT PLN dengan petugas catat meter sudah punya cara untuk melalukan pencatatan yang akurat, bukan mencari alasan tidak bisa melakukan pencatatan meter karena akibat covid-19. Itu bukan sebuah alasan yang bijak,” ungkapnya.

Bang Zul mengaku banyak masyarakat yang mengeluh baik lewat selular atau medsos/WhatsApp atau dan lainnya yang datang ke diri saya terkait peningkatan harga pembayaran listrik. “Kebijakan peningkatan tagihan listrik di tengah situasi serba sulit ini, tentu sangat tidak tepat. Pemerintah harus meringankan beban masyarakat dengan dapat mencicil atau potongan harga akibat covid-19 karena kesalahan pencatatan meter. Bukan hanya masyarakat, tapi petugas dari PLN juga perlu diberikan sanksi yang salah dalam melakukan catatan dan laporan angka.

“Saya tidak habis pikir dengan perusahaan plat merah tersebut. Apa mereka tidak tahu, kalau sebagian besar rakyat kita sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat dampak corona,?” kata Bang Zul.

Bang Zul mengungkapkan, untuk hidup sehari-hari pun, mereka banyak yang terseok-seok ekonomi dan butuh uluran tangan pemerintah bahkan bantuan corporate social responsibility (CSR) dari PLN seharusnya diberikan pada warga tidak mampu.

“Seharusnya PLN membantu meringankan beban ekonomi akibat covid-19. Bukan malah makin membebani. Kalau memang kenaikan itu terjadi, ini sama saja PT PLN makin melengkapi penderitaan ekonomi sebagian besar rakyat kita, ” kata politisi Partai Demokrat ini dengan mimik wajah serius.

Kata Bang Zul, dirinya duduk di Komisi VII DPR RI yang salah satunya menangani bidang energi, tentu saja tidak diam. Apalagi, dirinya sudah banyak menerima keluhan dan aspirasi keberatan adanya kenaikan listrik ini.

BACA JUGA:  BAGAIMANA DENGAN INDONESIA? Negara Tetangga Berangsur Pulih dari Covid-19

“Komisi VII DPR RI harus dapat penjelasan yang masuk akal dari PT PLN. Bagi saya, kenaikan listrik ini tidak bisa dilakukan di saat seperti ini. Komisi VII DPR RI harus memanggil PT PLN, ” kata Ketua Badan Pembinaan Jaringan Konstituen DPP Partai Demokrat ini.

PT PLN pun harus segera meminta maaf kepada masyarakat atas kelalaian ini dan jangan membebani masyarakat dengan beban yang tidak sangup dipikul, memberikan kelonggaran dan bersikap bijak.

“Kami akan memangil Dirut PT PLN terkait hal ini ke Komisi VII DPR RI untuk melakukan klarifikasi semua ini. Dengan membuat kebijakan yang salah dan saya sangat memahami apa yang dirasakan masyarakat saat ini, ” katanya.

Oleh karena itu, Bang Zul meminta pemerintah untuk mengkaji ulang tagihan listrik ini. “Jangan membuat rakyat susah makin susah. Harus dikaji ulang atau batalkan saja,” ungkap Bang Zul. (t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya