oleh

Anggota DPR RI Zulfikar Dorong Maksimalkan APBN-P untuk Penelitian Vaksin Covid-19, Pengadaan APD dan Obat

Tangerang7.com, Tangerang -Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Zulfikar Hamonangan SH sudah sangat khawatir dengan kondisi wabah covid-19 yang sudah menyebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Tercatat, penyebaran covid-19 di Indonesia terdapat 1.414 kasus dengan korban meninggal sudah 122 pasien orang.

Zulfikar menilai, status darurat bencana kesehatan dan kemanusiaan yang dialami Indonesia saat ini menimbulkan traumatik di masyarakat karena tidak tahu kapan bisa dituntaskan pemerintah.

“Informasi yang muncul di televisi, online dan jejaring sosial seputar covid-19, trennya makin memburuk. Bahkan, beberapa pimpinan wilayah sudah menerapkan lockdown secara parsial. Ini indikasi pemerintah pusat kurang didengar dan berbeda pandang dalam menerapkan kebijakan penanganan di provinsi maupun di kabupaten/kota,” kata anggota DPR RI dapil Banten tiga ini.

Kata Zulfikar, pandemi virus ini sudah sulit terkendali. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah pusat perlu mengambil kebijakan yang ekstra serius, komprehensif, dan masif untuk menuntaskan bagaimana virus ini bisa ditekan pandeminya dan hilang dari bumi Indonesia.

“Pemerintah pusat harus maksimalkan perubahan APBN untuk mengalokasikan anggaran penelitian vaksin covid-19 dan menghasilkan vaksin. Kerja sama dengan WHO agar mendapatkan vaksin terbaik serta obat-obatan dengan skala besar. Ini juga untuk menenangkan masyarakat,” kata Bang Zul, sapaannya.

Bang Zul mengingatkan pemerintah kalau kondisi sekarang ini sudah SOS/bahaya. “Bukan saatnya lagi saling menyalahkan. Sekarang saatnya bersatu. Seluruh partai politik bersama dengan fraksi-fraksi yang ada membuat kesepahaman dalam anggaran APD, masker, penelitian vaksin,
mencari obat-obatan yang terbaik untuk masyarakat, melakukan produksi perusahaan BUMN terhadap APD, masker, dan vaksin secara besar-besaran dengan anggaran khusus untuk mempercepat penyalurannya ke masyarakat. Kita tenangkan psikologi masyarakat agar tidak terganggu kondisi ekonomi yang dapat berdampak krisis,” katanya.

Menurutnya, ada tiga langkah urgent yang harus diterapkan pemerintah untuk penyelesaian covid-19, selain yang sudah dijalankan saat ini.

Pertama, pemerintah harus nyatakan bahwa covid-19 merupakan pandemi berbahaya untuk masa depan Indonesia. Karena statusnya bahaya, maka emergency policy merupakan solusi ‘menyelamatkan’ Indonesia dari bahaya covid – 19.

  Baca Juga : Mau Tahu Update Covid-19 di Kota Tangerang ? Inilah Informasinya

“Terkait dengan emergency policy, pemerintah harus merombak postur APBN dan memaksimalkan anggaran perubahan APBN itu, yang sebelumnya digunakan untuk pos anggaran tertentu dialihkan secara khusus ke penyelesaian penanganan wabah covid-19,” ujar Bang Zul.

Kedua, pemerintah harus menggelontorkan dana untuk paket kesejahteraan masyarakat dengan bantuan langsung tunai (BLT), dukungan terhadap sektor bisnis dan UMKM dan memperkuat basis ekonomi nasional agar tidak terjadi krisis.

Khusus yang pertama, menurut Zulfikar, pemerintah harus sigap memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat tidak mampu yang terimbas pendemi.
“Kebijakan model BLT era SBY patut menjadi contoh. Ini tepat sasaran,” katanya.

Ketiga, pemerintah pusat harus mendukung penuh BUMN farmasi mencari terobosan solusi untuk menghambat wabah covid-19 di Indonesia. “Mereka lebih paham mencari formula bagaimana virus corona bisa dihambat, karena kita tahu belum ada satu formula yang dipastikan mampu mengobati covid-19 untuk saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang sigap dalam menghadapi kelangkaan masker, APD, tidak adanya vaksin covid-19 dan obat-obatan covid-19, sehingga penting membuat anggaran khusus dan melibatkan perusahaan BUMN farmasi untuk mengambil langkah yang tepat dalam produksi secara masif dengan skala besar-besaran agar hal-hal yang bersifat vital dalam kebutuhan masyarakat saat ini dapat diambil alih negara, sehingga tidak menimbulkan keresahan. (t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya