oleh

Aliansi Buruh Banten Bersatu Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

Tangerang7.com, Tangerang – Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3)
menolak omnibus law RUU Cipta Lapangan Kerja yang segera disahkan dan menjadi kebijakan pemerintah. AB3 siapkan massa untuk menggelar aksi serentak.

Penolakan AB3 ini disampaikan saat menggelar keterangan pers di Sekretariat DPD KSPSI Provinsi Banten, Jalan Perintis Kemerdekaan II, Babakan, Kecamatan Tangerang, Rabu (19/2/2020).

AB3 ini gabungan dari Aliansi Tangerang Raya (Altar), Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kota Tangerang dan Serang, Forum Buruh Cilegon (FBC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Ketua AB3 Dedi Sudrajat mengatakan, ada beberapa poin yang menjadi penolakan pihaknya. Salah satunya tentang hilangnya upah minimum pokok sektoral.

Pemerintah telah menghapus upah minimum kota dan kabupaten. “UU ini tidak memihak pekerja. Ini jelas merugikan seluruh buruh atau pekerja,” ujar Dedi.

Kebijakan yang digulirkan pemerintah ini, menurut Dedi, terlalu membela pihak pengusaha atau investor.

“Kita bukan menolak investor untuk menanamkam modal di Indoensia tetapi kita menolak kebijakan RUU omnibus law yang akan disahkan,” ujar Dedi.

Dedi mengatakan, akibat adanya aturan ini, kalangan buruh secara nasional berencana akan bergabung untuk bersama-sama menolak aturan ini.

Dia menambahkan, pada 25 Februari 2020 pihaknya akan membagikan selebaran tentang aksi secara serentak.

Pada 3 Maret 2020, buruh di Banten akan bergerak. Sasarannya, DPRD Provinsi Banten. Massa diperkirakan mencapai 25.000 orang.

“Kami ingin pemerintah di Banten membuat surat keputusan. Nantinya akan kami bawa ke tingkat nasional. Bersamaan dengan 34 provinsi di Indonesia,” ujarnya. (did/kam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya