oleh

Alquran! Kitab Suci Umat Islam

Tangerang7.com, Tangerang – Alquran adalah kitab fundamental Islam, wahyu Allah yang begitu sempurna, dalam bahasa dan isi dan isi yang penuh rangsangan kepada akal dan ilmu, bahasa yang halus sentuhannya kepada tali temali sentimen dan emosi manusia.

Keasliannya yang tak dapat diragukan serta tidak mengajarkan sesuatu yang tak mungkin tercapai telah menempatkannya pada psisi terkemuka dalam jajaran kitab-kitab suci.

Isi wahyu pertamanya merupakan perhatian yang sangat besar dan penghargaan yang sedalam-dalamnya terhadap pena sebagai alat untuk pengembangan ilmu dan teknologi disamping alat untuk berkomunikasi.

Lama sebelum Nabi Muhammad SAW meninggalkan Mekah untuk hijrah ke Madinah, ayat-ayat Alquran yang telah diwahyukan kepada beliau, sudah diperintahkannya untuk dituliskan. Hal tersebut jelas menunjukan betapa besar perhatian beliau untuk menjaga kemurnian Alquran dengan penggunaan pena.

Di samping itu kita mengetahui juga bahwa telah menjadi kebiasaan oleh Nabi dan para pengikut beliau untuk menghafal teks Alquran yang telah diwahyukan, sehingga para pencatat wahyu yang diturunkan itu dengan para penghafal wahyu itu sendiri merupakan dua sejoli (dwi tunggal). Sedangkan wahyu tertulis yang ditunjang oleh ingatan masyarakat itu, patut dijadikan elemen kebenaran dengan nilai yang tinggi.

Aspek-aspek ilmiah yang terkandung dalam Alquran sangat menakjubkan, sebab sama sekali tidak diduga bahwa dalam teks yang disusun sejak 15 abad yang lalu itu dapat ditemukan berbagai macam keterangan yang berkaitan dengan hal yang sangat cocok dengan pengetahuan ilmiah modern.

Melihat dari sejarah perkembangan ilmu pengetahuan yang kita ketahui saat ini, dapat difahami bahwa seseorang yang hidup pada masa Alquran diturunkan jelas tidak mungkin mampu menuliskan cetusan pemikiran seperti itu walau ia seorang cendikiawan plus sekalipun.

Lalu dari kenyataan itu kita dapat mengambil suatu kesimpulan yang sudah dapat dipastikan bahwa Nabi Muhammad bukanlah penulis pemikiran itu. Dalam hubungan ini, kiranya aplikasi sains serta bantuan dari ilmu modern untuk menyelidiki Kitab Suci dan untuk lebih memahami ayat-ayat Alquran yang sampai sekarang masih belum dapat dipahami seluruhnya, tidak dapat diabaikan.

Alquran berisi limpahan refleksi dan buah pemikiran tentang antariksa dan bumi, yakni ilmu yang sangat berguna bagi para ilmuwan modern yang selama berabad-abad berada di luar kemampuan ahli tafsir. Sebabnya para ahli tafsir ini hanya dapat melihat kiasan yang diciptakan sebagai Kemahakuasaan Allah, tanpa menyoroti tujuan ayat tersebut lebih jauh lagi. Alquran memberikan juga rumusan pemikiran mengenai ilmu dan teknologi.

Seiring dengan itu, Allah menganugerahkan pula akal dan pengertian kepada manusia, lengkap dengan penyediaan bahan baku yang diperlukan. Dengan akal dan pengertian yang dianugerahkan Allah melalui refleksi itu untuk dapat merampungkannya menjadi sesuatu yang berguna bagi dunia dan kemanusiaan.

Setelah percobaan-percobaan peluru kendali berhasil, orang meramalkan bahwa pada suatu saat waktu, manusia akan dapat keluar dari bumi dan menyelidiki angkasanya. Jauh sebelum pembukaan angkasa ini, Alquran telah memberikan lampu hijau kepada manusia dalam dua ayatnya. Masing-masing pada surat ar Rahman ayat 33:

يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ إِنِ ٱسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا۟ مِنْ أَقْطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ فَٱنفُذُوا۟ ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَٰنٍ

Yā ma’syaral-jinni wal-insi inistaṭa’tum an tanfużụ min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużụ, lā tanfużụna illā bisulṭān
(Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan”).

Ayat ini menunjukan suatu kejadian yang akan terjadi pada suatu kurun waktu berkat kekuasaan ilmu yang akan dianugerahkan kepada otak dan keterampilan akal manusia. Ayat yang memotivasi untuk menuntut ilmu dan mengembangkan teknologi.

dan pada surat al Insyiqaq ayat 19:

لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٍ

Latarkabunna ṭabaqan ‘an ṭabaq.
(“Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan”).

Sedangkan pada ayat yang kedua ini menunjukan betapa manusia telah berhasil dalam upaya pembukaan angkasa itu. Sekarang ilmu pengetahuan dan keterampilan itu telah diberikan kepada para angkasawan, dan pembukaan itu sendiri telah menjadi kenyataan.

Kalau sudah sampai demikian sekiranya kita mempertemukan teks Alquran dengan sains modern, maka kita akan takjub dan terpesona dengan ketepatan yang tak mungkin kita duga sebelumnya oleh Nabi Muhammad yang hidup 15 abad lalu.

Akan bertambah nyata pula bahwa pernyataan Alquran yang adakalanya kelihatan remeh itu bila diselidiki secara ilmiah dengan hasil-hasil sains modern akan ternyata bahwa pernyataan Alquran itu menunjukan hal-hal yang kemudian dibenarkan oleh sains.

Itulah Alquran! Kitab Suci umat Islam. (mad/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *