oleh

Aktivitas Kampanye di Masa Tenang Bisa Dipidana

Tangerang7.com, Tigaraksa – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas kampanye di masa tenang Pemilu 2019. Baik kampanye pemilihan anggota legislatif maupun presiden dan wakil presiden, tidak boleh dilakukan selama tiga hari berturut-turut sebelum hari pemungutan suara.

Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Kabupaten Tangerang Zulpikar mengatakan, apabila aturan itu dilanggar maka yang bersangkutan bisa dipidana. Hal itu termaktub dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Hari ini adalah masa akhir kampanye. Kami meminta kepada semua peserta pemilu serta semua masyarakat Kabupaten Tangerang untuk tidak melakukan aktivitas apapun yang berhubungan dengan pemilu,” ujar Zulpikar kepada Tangerang7.com, Sabtu (13/4/2019).

Ia menjelaskan, pemungutan suara atau pencoblosan pilpres dan pileg dilaksanakan pada 17 April 2019. Sehingga, tanggal 14-16 April merupakan masa tenang.

Bawaslu Kabupaten Tangerang pun akan melakukan pemantauan di titik-titik yang dianggap rawan pelanggaran pada masa tenang. Salah satu yang paling diwaspadai yaitu politik uang (money politic).

“Selama masa tenang pelaksana, peserta, dan atau tim kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden dilarang menjanjikan atau memberikan imbalan kepada pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya, memilih pasangan calon, memilih partai politik peserta pemilu tertentu, memilih calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, dan atau memilih calon anggota DPD tertentu,” kata Zulpikar.

Mantan Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu Kabupaten Tangerang ini menegaskan, jika terjadi pelanggaran dengan menjanjikan ataupun memberi imbalan kepada pemilih, maka sanksi sesuai pasal 523 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Yakni pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak Rp48 juta. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya