oleh

Aksi Tawur di Transmart; 9 Pemuda Ditangkap Polisi, 1 Bawa Celurit

Tangerang7.com, Tangerang – Polisi menggagalkan aksi tawur atau perkelahian massal di depan Transmart Carrefour Tangerang Center, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Cikokol, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Minggu (12/5/2019). Sembilan pemuda diamankan, satu di antaranya kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit.

Sebelumnya, polisi mengendus rencana dua kelompok melakukan tawur di Jembatan Merah, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, pukul 02.00 WIB. Sejumlah personel polisi berpakaian preman pun dikerahkan. Keberadaan polisi diduga bocor, sehingga para pemuda yang rata-rata menggunakan sepeda motor dengan berboncengan memilih untuk berkeliling Kota Tangerang.

“Lebih kurang 20 unit motor konvoi di Kota Tangerang. Namun, menjelang sahur aksi tawuran pecah di depan Transmart Cikokol,” jelas Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono kepada wartawan, Senin (13/5/2019).

Polisi membekuk sebanyak sembilan pemuda. Satu orang kedapatan membawa celurit, yakni Galang Agustiansyah (21). Sementara delapan lainnya memang terlibat tawur namun tidak membawa senjata tajam, masing-masing berinisial R (22), RA (20), ARN (21), MSM (22), AS (22), RM (19), MI (19), dan WD (20).

Ewo mengatakan, Galang akan diproses hukum agar jera. Ia disangkakan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam. Sedangkan delapan pemuda lainnya hanya dilakukan pembinaan, serta sebagai efek jera dilakukan penahanan selama 1×24 jam.

Orang tua dari para pemuda itu juga dipanggil ke Mapolsek Tangerang untuk diberikan penjelasan. Lalu diwajibkan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan tawur, diketahui ketua RT, ketua RW, dan lurah setempat.

“Bagi yang masih sekolah harus diketahui kepala sekolahnya. Untuk yang kedapatan membawa senjata tajam tetap diproses menurut hukum yang berlaku,” tandas Ewo.

Ia menceritakan, personel polisi sempat mendapat perlawanan dari Galang. Di mana, saat dilakukan penangkapan, Galang mengayunkan celurit ke arah polisi. “Namun dapat dihindari. Selain itu, anggota saya ada yang terkena pukulan bambu di kepalanya,” ujar Ewo. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya