oleh

Akhir Pekan di Tangerang? Yuk ke Tourism and Art Festival

TANGERANG – Mau lihat jagonya Kungfu Chef memasak sambil bermain-main dengan pisau dan api? Atau mau kenal lebih dekat dengan artis-artis ibukota? Datang saja ke Tamansari Lippo Karawaci, Jalan Boulevard Palem Raya, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, akhir pekan nanti. Di  sana, sederet wajah-wajah yang biasa nongol di layar televisi, bakal hadir langsung.

Mereka siap memeriahkan acara Tourism and Art Festival yang berlangsung selama dua hari, 22-23 Desember 2018. Acara ini diselenggarakan oleh BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Tangerang.

Tourism and Art Festival digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Tangerang ke-75 yang jatuh pada 27 Desember 2018. PHRI Kabupaten Tangerang mengemas event ini secantik mungkin. Selain mendatangkan koki ternama Kungfu Chef, bintang tamu yang dijadwalkan hadir antara lain Nek Daniang, Loins Robertus dan Ramma Band.

Tangerang Tourism and Art Festival itu sendiri bakal diisi oleh serangkaian acara menarik. Mulai bazar hotel dan restoran, live musik,  art festival, tradisional musik dan dance sampai atraksi barongsai. Acaranya akan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB. Jalannya acara akan dipandu oleh pembawa acara yang tak kalah hebatnya yaitu Ikbal De Presto bersama Degay.

Ketua Harian PHRI Kabupaten Tangerang Sunarjaya yakin event ini akan “menghidupkan” HUT Kabupaten Tangerang karena menjadi bagian dari rangkaian hari ulang tahun. Sunar juga berharap, event ini akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan lokal maupun manca negara yang sedang berada di Tangerang.

“Ini event pertama setelah PHRI Kabupaten (Tangerang-red) dikukuhkan belum lama ini. Ini salah satu jawaban PHRI atas tantangan Pak Kadisporabudpar saat pelantikan,” kata Sunarjaya, Kamis (20/12/2018) sore via telepon.

Diakui Sunarjaya, potensi wisata kuliner di Tangerang tidak lagi diragukan. Berbagai resto dan cafe sudah menjamur dan tersebar di berbagai pelosok. Apakah itu resto masakan lokal, atau restorant dengan menu-menu dari mancanegara. “Semoga PHRI Kabupaten bisa menjadi nilai lebih untuk daya tarik wisatawan,” tutup Sunarjaya. (fdy/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *