oleh

Adi Pembanting Motor Jadi Tersangka, Diduga Mengidap IED

Tangerang.com, Serpong – Adi Saputra merusak sepeda motor yang dikendarainya karena tak terima ditilang polisi di kawasan BSD, Serpong, Kota Tangsel, Kamis (07/02/2019). Aksi pemuda berusia 21 tahun ini menjadi viral di media sosial. Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menduga Adi mengidap intermittent explosive disorder (IED).

Informasi yang dihimpun Tangerang7.com Jumat (08/02/2019), IED adalah kelainan perilaku yang ditandai dengan ledakan kemarahan dan kekerasan, serta seringkali sampai pada tingkat kemarahan yang tidak proporsional dengan situasi yang dihadapi.

Menurut dia, apa yang dilakukan pengendara motor bukan hanya persoalan pelanggaran Undang-Undang Lalu Lintas. Sebab, di hadapan petugas saja, dia sampai berani berbuat seperti itu. Apalagi saat bergesekan dengan sesama pengguna jalan.

Dari keterangan polisi, motor Honda Scoopy yang dibanting-banting oleh Adi tidak terdaftar alias bodong. Adi pun ditetapkan polisi menjadi tersangka dengan dua sangkaan, yakni pidana dan pelanggaran lalu lintas.

“Jadi ini ada dua persangkaan yang kita sangkakan kepada tersangka Adi Saputra,” kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan dalam jumpa pers di Mapolres Tangsel, Jumat (08/02/2019).

Adi dijerat pasal sesuai KUHP tentang membuat surat palsu, penipuan dan penggelapan, dan atau penadahan serta menghancurkan barang yang digunakan untuk membuktikan sesuatu di muka petugas yang berwenang. Adi juga dijerat pasal merusak barang milik orang lain. “Ancaman hukumannya sampai dengan 6 tahun penjara,” kata Ferdy.

Adapun untuk pelanggaran lalu lintas, Adi dijerat pelanggaran tidak memiliki SIM saat berkendara dan berkendara tidak dilengkapi dengan STNK, serta tidak memasang nomor polisi kendaraan yang sesuai dan tidak memakai helm SNI. Pasal lainnya, Adi membiarkan penumpang tidak menggunakan helm sebagaimana mestinya dan tidak mematuhi perintah yang diberikan petugas kepolisian.

Dalam rilis kasus, Adi ikut ditunjukkan. Dia sudah mengenakan kaus tahanan warna oranye. Bodi motor yang dicabik-cabik Adi juga dipamerkan. Adi diketahui bekerja sebagai penjual kopi di Pasar Modern BSD.

Minta Maaf dan Menangis

Dengan tangan diborgol dan kepala tertunduk, Adi meminta maaf di hadapan anggota Polres Tangsel. Dia kini tak segarang pada saat melakukan perusakan sepeda motornya. “Saya meminta maaf kepada masyarakat seluruh Indonesia, khususnya kepada polisi atas perbuatan saya yang tidak terpuji. Dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ucap Adi tertunduk menangis.

Dia berterima kasih kepada anggota Polres Tangsel yang sudah memperingatkan dirinya agar tertib berlalu lintas. “Saya juga berterima kasih kepada pak polisi yang telah menegur saya, agar saya berkendara lebih baik dan lebih mematuhi lalu lintas. Sekali lagi, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan juga kepolisian. Mohon permintaan maaf saya diterima,” imbuhnya.

Dia diamankan polisi pagi tadi. Polisi mengamankan Adi untuk mengetahui asal-usul motor yang kini sudah hancur karena dibanting saat mengamuk karena ditilang. Sebelumnya, Adi membanting-banting motornya lantaran tidak terima ditilang polisi.

Adi diberhentikan polisi karena melawan arus dan tidak memakai helm. Setelah diperiksa, Adi juga tidak bisa menunjukkan SIM dan STNK. Aksi Adi mengamuk ini menjadi viral di media sosial setelah direkam kamera oleh warga. Tidak lama setelah itu, muncul juga video diduga Adi membakar STNK. (riz/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya