oleh

Ada Pungli atau Calo di RSU Kabupaten Tangerang, Laporkan!

Tangerang7.com, Tangerang – Masyarakat kini tak perlu khawatir akan pungutan liar (pungli) dan percaloan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Jika melihat atau bahkan menjadi korban kedua praktik melawan hukum tersebut, Anda dapat melaporkan langsung ke manajemen rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang itu.

Kepala Instalasi Hukum, Publikasi dan Informasi RSU Kabupaten Tangerang Ade Yudi Firmansyah mengatakan, belakangan ini banyak keluarga pasien yang mengaku dimanfaatkan orang-orang tertentu dengan berdalih bisa memudahkan pelayanan. Tujuannya, untuk mendapatkan sejumlah uang.

Calo kerap memanfaatkan keluarga pasien yang membutuhkan kamar rawat inap dan intensive care unit (ICU). Imbalan yang diminta mencapai Rp200 ribu dan disebut akan diserahkan ke petugas rumah sakit. Padahal, uang itu tidak sedikitpun memengaruhi ketersediaan kamar inap ataupun ICU.

Menurut Yudi, praktik-praktik demikian harus dihentikan dan dicegah. Sebab, pelayanan di rumah sakit memang tidak dapat diintervensi. Manajemen selalu menekankan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada siapa pun, baik pasien umum maupun pasien peserta BPJS Kesehatan.

“Kami berkomitmen untuk memberantas pungli dan percaloan, guna menjamin kenyamanan pasien dan keluarga pasien. Kamar kosong itu dapat dimonitor di komputer, tanyakan langsung ke petugas rumah sakit. Melalui calo hanya menghabiskan uang keluarga pasien itu sendiri,” ujar Yudi kepada Tangerang7.com saat ditemui di RSU Kabupaten Tangerang, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Rabu (13/3/2019).

Pihak rumah sakit telah membuka posko pengaduan pungli dan percaloan. Seiring era keterbukaan, kata Yudi, maka masyarakat diberikan akses untuk melaporkan jika melihat atau menjadi korban kedua praktik itu. Adapun sanksi pemecatan menanti pegawai rumah sakit apabila terbukti terlibat.

Pengaduan dapat disampaikan melalui sambungan seluler di nomor 087809532332 atau 081316204172, serta di customer care 0215523507. Jika melalui pesan WhatsApp, dapat dikirim ke 08111000594. Bisa juga melalui akun facebook Humas Rsu Tangerang dan twitter @rsutangerang, dan surat elektronik ke [email protected]

Kopi Pagi, Antrean Paling Banyak 50

Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak hanya membuka layanan pengaduan pungli dan percaloan. Manajemen RSU Kabupaten Tangerang juga meluncurkan program Kontrol Poliklinik Tanpa Harus Antre Pagi atau Kopi Pagi. Layanan khusus rawat jalan ini sudah diterapkan di lima klinik spesialis atau subspesialis.

Kelima klinik spesialis atau subspesialis tersebut terdiri dari klinik jantung, klinik penyakit dalam, klinik bedah onkologi, klinik bedah digestif, dan klinik obsgyn onkologi.

Yudi mengatakan, Kopi Pagi bertujuan mengatur kunjungan kontrol pasien rawat jalan ke RSU Kabupaten Tangerang. Program ini berbasis pada progran pengobatan pasien, di mana pasien diberikan jadwal kunjungan secara terukur, mulai tanggal kunjungan kontrol dan jam kedatangan ke rumah sakit sampai ke pelayanan di klinik yang dituju. Sehingga pasien tidak perlu datang pagi-pagi untuk antre.

Program Kopi Pagi diklaim memberikan dampak positif karena antrean pagi terurai secara signifikan. Biasanya, kata Yudi, antrean dari subuh rata-rata 300 hingga 350 pasien.

“Dahulu ada yang rela datang ke sini jam satu dini hari hanya untuk ambil antrean, kan kasihan ya. Sekarang antrean paling banyak 50, itupun yang baru-baru karena belum tahu ada program Kopi Pagi,” pungkas Yudi. (odo/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya