oleh

965 Penghuni Rutan Jambe Terancam Tak Bisa Mencoblos

Tangerang7.com, Jambe – Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara Kelas I Tangerang terancam tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum tanggal 17 April 2019. Jumlahnya mencapai 965 orang. Pasalnya, terdapat beberapa persoalan saat petugas terkait melakukan verifikasi dan identifikasi.

Kepala Rutan Kelas I Tangerang Dedy Cahyadi mengatakan, verifikasi dan identifikasi dilakukan dengan sistem biometrik sidik jari. Rutan Kelas I Tangerang atau biasa disebut Rutan Jambe bekerja sama dengan Disdukcapil Kabupaten Tangerang dan KPU Kabupaten Tangerang. Berdasarkan data per tanggal 22 Januari 2019, WBP di Rutan Jambe berjumlah 1.854 orang.

“Ada 889 orang yang sudah masuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan 965 belum masuk DPT. Ada beberapa persoalan sehingga ada WBP belum masuk DPT, di mana 687 orang di luar wilayah Kabupaten Tangerang, 167 orang tidak ditemukan NIK (Nomor Induk Kependudukan)-nya, dan 111 orang yang terdeteksi NIK namun belum terdaftar dalam DPT di Rutan Kelas I Tangerang,” jelas Dedy, Selasa (5/2/2019).

Dia mengatakan, Rutan Jambe terus bersinergi dengan KPU dan Disdukcapil agar hak konstitusional seluruh WBP benar-benar terakomodir. Salah satunya dengan menggenjot perekaman KTP-el bagi WBP. Sebab, jumlah WBP di Rutan Jambe berubah-ubah.

“Jumlah WBP hari ini sebanyak 1.922 orang. Jadi, ada perubahan karena jumlah WBP tentu dinamis, ada yang bebas dan ada yang masuk, ada yang mengikuti pembebasan bersyarat dan sebagainya. Kami pun terus berupaya agar seluruh WBP dapat melaksanakan hak konstitusionalnya nanti,” tandas Dedy. (sly/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya