oleh

900 Ribu Warga Kabupaten Tangerang Tergolong Miskin

Tangerang7.com, Tigaraksa – Jumlah warga miskin di Kabupaten Tangerang meningkat dari tahun ke tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2015-2018 saja warga miskin meningkat 45.610 orang. Sehingga, total warga tidak mampu lebih dari 900 ribu jiwa.

Lima desa di kabupaten berjuluk kota seribu industri ini penyumbang terbanyak rumah tangga miskin atau masuk batas zona kemiskinan. Terdiri dari Desa Kronjo di Kecamatan Kronjo, Desa Kohod dan Desa Kiara Payung di Kecamatan Pakuhaji, Desa Pangarengan di Kecamatan Rajeg, serta Desa Pangkalan di Kecamatan Teluknaga.

“Angka kemiskinan mencapai 923.405 jiwa, dari jumlah penduduk Kabupaten Tangerang sesuai data BPS tahun 2018 itu 3.477.495 jiwa,” kata Ketua Tim Reaksi Cepat Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Ahmad Hidayat, Kamis (16/5/2019).

Menurut Dayat, mental berusaha merupakan kunci utama pengentasan kemiskinan. Sebab, sejuta program dari pemerintah tidak akan mengubah kondisi perekonomian bila masyarakat bermental malas dan ogah berpikir untuk keluar dari zona merah.

“Tugas untuk upaya membangkitkan semangat dan mental berusaha tentunya menjadi tanggung jawab kita semua. Yang paling dominan mampu mendongkrak cepat itu bukan pemerintah, melainkan keluarga dan lingkungan,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika mengacu pada Pasal 34 ayat 1 UUD 1945, maka fakir miskin menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Maka kami Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Sosial mengajak elemen tokoh masyarakat, terutama para ketua RT dan RW untuk bersama-sama mendukung program-program untuk menurunkan angka kemiskinan,” pungkas Dayat. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

  1. Yang miskin masyarakatnya, pejabatnya tambah kaya, apalagi adanya proyek PIK 2 yang ada di pesisir pantai kabupaten tangerang,saya yakin ada lah,,,??? Walaupun itu merugikan warga masyarakat sekitar karena aktivitas truk tanah proyek PIK 2, pemerintah tutup mata dan telinga.

Berita Lainnya