oleh

8 Petugas Pemilu Meninggal, Komnas HAM Lakukan Penyelidikan di Cikupa

Tangerang7.com, Cikupa – Penyelenggaraan Pemilu 2019 diwarnai dukacita. Sejumlah petugas pemilu ad hoc meninggal dunia. Di Kabupaten Tangerang saja, sebanyak 8 petugas pemilu wafat di tengah-tengah pengawalan pelaksanaan pesta demokrasi.

Petugas pemilu yang gugur terdiri dari tiga orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan lima orang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas). “Kami berduka cita atas meninggalnya delapan orang petugas pemilu di Kabupaten Tangerang, mereka adalah pejuang demokrasi,” ujar Komisioner KPU Kabupaten Tangerang Wahyu Diana Mulya.

Berikut daftar nama delapan petugas Pemilu 2019 di Kabupaten Tangerang yang meninggal dunia:

1. Asmuni (57), Linmas TPS 137 Binong, Kecamatan Curug, meninggal dua hari setelah Pemilu 2019 di rumahnya.

2. Anis Gunawan (35), Linmas TPS 04 Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, meninggal 17 April 2019 di TPS.

3. Sarmin (65), Linmas TPS 17 Caringin, Kecamatan Legok, meninggal tanggal 21 April 2019 di kediamannya.

4. Subur (63), anggota KPPS TPS 27 Cibogo, Kecamatan Cisauk, meninggal dua hari setelah Pemilu 2019 di RSU Kabupaten Tangerang.

5. Sukarni (58), anggota KPPS Kecamatan Kemiri, meninggal tanggal 27 April 2019 di RSUD Balaraja.

6. Kartubi (68), Linmas Kecamatan Kresek, meninggal tanggal 4 Mei 2019 di kediamannya setelah dirawat di RSUD Balaraja.

7. Oom Komana (52), Linmas Kecamatan Pasar Kemis, meninggal tanggal 8 Mei 2019 di RSUD Balaraja.

8. Petrus Suhadi (55), anggota KPPS Kecamatan Pasar Kemis.

Jumat (17/5/2019), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) datang ke gedung KPU Kabupaten Tangerang, Jalan Syech Nawawi, Kecamatan Cikupa. Tujuannya, melakukan penyelidikan mengenai penyebab kematian delapan petugas KPPS dan Linmas tersebut.

Komnas HAM bertemu langsung dengan keluarga almarhum guna mengumpulkan data. Nantinya, data itu akan ditelaah sehingga dapat disimpulkan penyebab kematian petugas Pemilu 2019 di Kabupaten Tangerang.

“Saya mendengar langsung dari anggota keluarga almarhum mengenai kesehatan, kebiasaan mereka,” kata Komisioner Komnas HAM Amiruddin Alrahab kepada wartawan.

Selain mendata riwayat kesehatan, Komnas HAM juga mencatat kebiasaan almarhum setelah dan sebelum pelaksanaan pesta demokrasi pada Rabu (17/4/2019). Data tersebut sangat penting, karena bisa ditarik benang merah kemungkinan besar penyebab kematian anggota KPPS dan Linmas.

“Pokoknya seputar tentang riwayat kesehatan dan aktivitas almarhum sebelum dan setelah tanggal 17,” kata Amiruddin.

Ia mengatakan, hasil dari pengumpulan data tersebut akan diumumkan di Kantor Pusat Komnas HAM. Selain Provinsi Banten, Komnas HAM mengunjungi beberapa daerah yang dianggap memakan korban jiwa paling banyak saat Pemilu 2019. Di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Nusa Tenggara Barat.

“Investigasi ini tidak menyeluruh hanya mengambil sampel saja dari enam provinsi yang paling banyak korban. Jawa Tengah paling banyak,” jelas Amiruddin. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya