oleh

7 Orang Korban Penipuan Undian Berhadiah Memolisikan UD SAP

Tangerang7.com, Serpong – Jajaran Satreskrim Polres Tangerang Selatan mengungkap kasus penipuan dengan modus kupon undian berhadiah. Sejauh ini, sebanyak tujuh orang mengaku sebagai korban dan memolisikan pihak Usaha Dagang Surya Agung Perdana (UD SAP). Polisi pun telah menetapkan enam orang tersangka.

“Yang mengadu sejauh ini tujuh orang korban,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho saat dikonfirmasi Tangerang7.com, Senin (1/4/2019).

Polisi hingga kini belum membuka posko pengaduan. Kendati demikian, polisi mempersilakan siapa pun yang merasa ditipu oleh pemilik perusahaan itu untuk melaporkan ke SPKT Polres Tangsel, Jalan Letnan Sutopo, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong. “(Posko pengaduan) belum dibuka,” ujar Alex.

Sebelumnya, polisi menangkap pemilik UD SAP Sri Sudarti bersama lima pegawainya. Empat orang merupakan supervisor terdiri dari Genta Kurniawan, Renold Firnando, Eti Susanti, dan Marjoni, sementara satu lainnya yaitu Mohamad Sofyan sebagai marketing.

Sindikat ini terlibat penipuan dengan modus kupon undian berhadiah. Di mana, calon korban diiming-iming akan mendapatkan motor, mobil, uang tunai, bahkan logam mulia. Para pelaku memiliki peran berbeda.

Ungkap kasus ini berawal dari laporan Ervina (28), warga Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel. Pertama-tama, Sofyan sebagai marketing UD SAP memberikan 1 buah brosur kepada Ervina usai berbelanja di salah satu toko serba ada. Setelah dibuka terdapat tulisan “voucher makan” dan gambar undian.

Sofyan kemudian meminta Ervina datang ke kantor UD SAP di Blok E41 Ruko Golden Boulevard, Kelurahan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel. Saat tiba di tempat yang dituju, Ervina diarahkan bertemu dengan supervisor bernama Genta, untuk diberikan voucer makan dan mengambil undian.

“Setelah korban mengambil kupon undian dan membuka kupon tersebut ternyata berisi hologram. Lalu korban diarahkan jika ingin menggosok hologram tersebut harus mengikuti persyaratan dan ketentuan antara lain harus membayarkan uang sebesar Rp 13.999.000 dan menandatangani surat pernyataan,” jelas Alex.

Guna meyakinkan Ervina, Genta menjamin akan diberikan uang pengganti sebesar Rp20 juta apabila kupon tersebut kososng. Sehingga Ervina tertarik, lalu membayar dan menandatangani surat pernyataan. Setelah hologram tersebut dibuka, ternyata hanya mendapatkan alat untuk membersihkan udara di ruangan (air purifier).

Ervina pun merasa dirugikan karena harga air purfire itu tidak sebanding dengan uang yang dibayarkan. Atas kejadian tersebut ia melaporkan ke polisi, Senin (25/3/2019). Hingga akhirnya polisi menciduk enam orang terduga pelaku. (srh/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya