oleh

4 Tokoh Nasional Jadi Target Pembunuh Bayaran, 1 Tersangka Berasal dari Ciputat

Tangerang7.com – Sebanyak enam orang dibekuk dan ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal dalam kerusuhan 22 Mei 2019 di Jakarta Pusat. Kelompok ini pun disebut-sebut merencanakan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan empat pejabat negara yang menjadi sasaran dalam rencana pembunuhan tersebut. Terdiri dari Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

“Ada Pak Wiranto, Pak Luhut, Pak Kepala BIN, dan Pak Gories Mere,” ujar Tito di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).

Dirangkum Tangerang7.com, satu dari enam tersangka berasal dari Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Yakni pria berinisial HZ, berperan mencari eksekutor sekaligus menjadi eksekutor. Ia ditangkap di Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (21/5/2019).

Tersangka kedua yaitu HK, warga Cibinong, Kabupaten Bogor. Pria ini berperan sebagai leader, mencari senjata api, mencari eksekutor, menjadi eksekutor, dan memimpin tim turun pada aksi 21 Mei. HK membawa satu pucuk revolver pada 21 Mei. Ia menerima uang Rp 150 juta. HK ditangkap di lobi hotel Megaria, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).

Kemudian, pria berinisial IF, beralamat di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia berperan sebagai eksekutor dan menerima uang RP 5 juta. IF ditangkap di Pos Peruri, Kebon Jeruk, Selasa (21/5/2019).

Adapun tersangka ke empat yakni TJ, warga Cibinong, Kabupaten Bogor. Ia berperan sebagai eksekutor dan menguasai senjata api rakitan laras pendek dan laras panjang. TJ menerima uang Rp 55 juta. Ia dibekuk di Sentul pada Jumat (24/5/2019).

Lalu, laki-laki berinisial AD, beralamat di Koja, Jakarta Utara. Ia berperan sebagai penjual 3 pucuk senjata api berupa rakitan mayor, rakitan laras panjang, serta rakitan laras pendek. AD menjual senjata api rakitan kepada tersangka HK. Ia menerima hasil penjualan senjata api dengan nilai Rp 26,5 juta. AD ditangkap di kawasan Swasembada, Jakarta Utara, Jumat (24/5/2019).

Sementara tersangka ke enam adalah perempuan berinisial AF, tercatat sebagai warga Pancoran, Jakarta Selatan. Ia berperan sebagai pemilik revolver taurus. AF menjual senjata api tersebut kepada HK. Ia menerima hasil penjualan revolver taurus Rp 50 juta. AF diciduk di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya