378 Warga Serpong Utara Terima Sertifikat Tanah

Tangerang7.com, Serpong Utara – Ratusan warga Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, menerima sertifikat tanah. Sebanyak 378 sertifikat tanah diserahkan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany di Aula Kantor Kecamatan Serpong Utara, Selasa (5/3/2019). Hadir Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangsel Wartomo.

Airin mengatakan, pembagian sertifikat tanah merupakan suatu wujud nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat dalam memberikan tanda bukti pemilikan tanah. Penerbitan sertifikat tanah itu melalui program nasional agraria, yakni Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Semoga dengan diterimanya sertifikat hak milik nantinya dapat memberikan rasa aman, rasa tenteram, kemantapan hati. Karena mulai hari ini sudah dibuktikan bahwa bapak/ibu sekalian adalah pemilik yang sah atas bidang tanah yang ditempati selama ini,” ujar Airin.

Dia mengatakan, PTSL sebagai program penting dan strategis untuk dokumen daerah, guna memberikan kepastian hukum atas subjek dan objek tanah. Memiliki sertifikat tanah tentu sangat berharga, setidaknya ada kejelasan status dari tanah yang dimiliki.

“Alhamdulillah kegiatan sertifikat tanah di Kota Tangsel ini berjalan dengan baik. Pada tahun 2018 sudah 63.300 bidang yang disertifikatkan, di tahun 2019 sebanyak 37.300 bidang tanah yang sedang dalam proses. Tentu target dan keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran serta dan kerja sama yang sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta BPN Tangsel,” tandas Airin.

Tersisa 359 Sertifikat Tanah

Camat Serpong Utara Bani Khosyatullah mengatakan, sebanyak 7.285 warga Serpong Utara menyodorkan berkas PTSL pada tahun 2018 lalu. Adapun yang belum diserahkan kepada pemilik tanah sebanyak 359 sertifikat.

“Kendala yang belum diserahkan sertifikatnya karena masih ada persyaratan yang perlu dilengkapi, sehingga pihak BPN masih menunggu,” ujar Bani.

Menurutnya, masyarakat sangat senang dengan pembagian sertifikat tanah melalui program PTSL. Apalagi dahulu mengurus sertifikat tanah termasuk hal yang rumit dan lama. Dalam program PTSL, kata Bani, masyarakat dapat dengan mudah mengurus sertifikat tanahnya.

“Program ini juga tidak pandang bulu, mampu atau pun tidak mampu semua dilayani. Jika masih ada warga yang memiliki tanah belum bersertifikat bisa mendaftar untuk disertifikatkan. Program PTSL tidak dipungut biaya,” tandasnya.

Sementara Kepala Kantor BPN Kota Tangsel Wartomo mengatakan, sebelumnya pembagian sertifikat tanah secara simbolis dilaksanakan di Pondok Cabe bersama Presiden Joko Widodo. “Karena terlalu banyak, kita bagi penyerahannya sesuai dengan kondisi dan situasi masyarakatnya. Karena tidak mungkin ada ruangan untuk menampung seluruh warga Tangsel yang menerima PTSL,” ucap Wartomo.

BPN Kota Tangsel, kata dia, sudah menyelesaikan 63.300 sertifikat tanah melalui program PTSL. Hanya saja, penyerahan belum 100 persen. “Kita juga sudah sosialisasikan kepada masyarakat secara intens, mana yang sudah dibiayai negara dan mana yang menjadi kewajiban dari masyarakat,” pungkas Wartomo. (riz)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya