oleh

36 Warga Terjangkit DBD, Dinkes: Fogging Langkah Terakhir

Tangerang7.com, Tigaraksa – Demam berdarah dengue atau DBD merebak di sejumlah daerah, tidak terkecuali di Kabupaten Tangerang. Sejauh ini sebanyak 36 warga kota seribu industri terjangkit penyakit menular itu.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, penyakit DBD mewabah sejak awal Januari 2019 karena curah hujan meningkat serta perubahan iklim. “Sampai saat ini ada 36 orang yang dilaporkan menderita DBD,” ujarnya kepada Tangerang7.com, Selasa (29/1/2019).

Dia mengatakan, dinas kesehatan telah melakukan berbagai upaya pengendalian dan pencegahan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut. Mulai dari meningkatkan kewaspadaan dari petugas hingga pengasapan (fogging) sebagai upaya terakhir.

Tarmizi mengatakan, tiap hari petugas kesehatan diwajibkan melaporkan warga yang terkena DBD. Kemudian tiap puskesmas melakukan pemeriksaan jentik nyamuk. Jika penyelidikan menunjukkan jentik nyamuk makin banyak, maka langkah yang harus ditempuh yaitu pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui kegiatan 3M, yakni menguras, membersihkan, dan menimbun.

“PSN merupakan upaya pemberantasan paling tepat, karena melalui 3M jentik nyamuk terminimalkan,” tandas Tarmizi.

Jika terpaksa fogging, lanjut dia, masyarakat harus membersihkan residu fogging dengan air deterjen. Tujuannya, agar residu tidak masuk ke tubuh melalui kulit serta bisa merusak ginjal dan hati.

“Fogging adalah upaya paling terakhir karena menimbulkan banyak efek samping. Perlu diketahui juga bahwa fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik tidak mati sehingga akan muncul kembali,” tandas Tarmizi. (sly/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya