oleh

3 Tahun Dirantai Ayah, Zidni Kini Bebas di Rumah Singgah

Tangerang7.com, Setu – Setelah tiga tahun dirantai orang tuanya sendiri, Zidni Khoiri Alfatir kini bisa bergerak bebas. Bocah 10 tahun itu sekarang menjadi penghuni baru Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangsel.

Zidni terlihat kurus. Tangan kanannya tidak memiliki pergelangan tangan dan kulitnya berlipat. Kulit mukanya melepuh, seperti bekas luka bakar. Zidni berjalan sempoyongan saat bermain di halaman rumah singgah.

Petugas di rumah singgah mengatakan bila tidak didampingi saat bermain, Zidni kerap jatuh. Kepalanya duluan yang menyungsep ke tanah.

Di rumah singgah, Zidni bergabung dengan 9 penghuni lain yang rata-rata merupakan lansia. Zidni menjadi penghuni kesepuluh rumah singgah yang beralamat di Jalan Masjid Al-Latif, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Tangsel Salbini mengatakan, ketika kali pertama melihat, Zidni dalam kondisi memprihatinkan dengan kaki diikat rantai dan terdapat luka bakar di tubuhnya. Salbini memperoleh informasi bahwa Zidni sudah diperlakukan seperti itu sekitar 3 tahun lamanya.

“Begitu kita lihat di rumahnya, kita miris, anak itu sendiri di dalam rumah dengan teriak-teriak. Saya nangis saat itu, karena dia (Zidni) bergelut dengan kotoran, dengan kasur yang tidak layak,” ucap Salbini di Rumah Singgah Dinsos Kota Tangsel.

Menurut dia, perlakuan terhadap Zidni tidak boleh sepenuhnya menyalahkan orang tuanya. Sebab menurutnya, jika dilihat itu adalah bentuk sayang orang tuanya, walaupun tidak bisa ditolerir bahwa caranya tidak manusiawi.

“Kita tidak bisa menyalahkan orang tua, banyak anak-anak yang dibuang di jalan. Ini anak superaktif, kalau orang tuanya sakit, dia hidup sama siapa. Jadi mungkin cara itu yang diambil orang tuanya. Tapi tetap itu salah, caranya tidak manusiawi,” ujarnya.

Ditemukannya Zidni dalam kondisi memprihatinkan itu berawal ketika Dinas Sosial Kota Tangerang hendak melakukan verifikasi pembuatan BPJS Kesehatan yang diajukan orang tua Zidni melalui kelurahan. Kemudian, untuk memastikan kondisi orang tua Zidni, petugas dinsos dan kelurahan mendatangi rumah orang tua Zidni di Kampung Setu, RT 16/ RW 004, Kelurahan Setu, Kota Tangsel.

Rumah Singgah Kota Tangsel. (Foto:
Ibu Zidni Sakit

Tim dinas sosial dan dinas kesehatan, kemudian menjemput Zidni dari rumahnya, Rabu (13/03/2019). Rumah kontrakan berukuran 2 x 7 meter itu berjarak sekitar 10 meter dari Jalan Raya Puspitek. Saat ditemukan, kaki kiri Zidni terikat rantai. Rantai itu terikat ke kaki tempat tidur.

Berdasarkan dokumen kartu keluarga, Zidni lahir dari sepasang suami istri Suhin (43) dan Wagiati (46). Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Kedua orang tuanya tidak tamat SD.

Warga setempat bercerita, Wagiati ibu Zidni sedang sakit dan dirawat di RSU Kota Tangsel. Zidni kemudian dirantai oleh ayahnya Suhin sejak Wagiati dirawat. Ayahnya khawatir, Zidni yang dikenal aktif dapat mengganggu orang lain. Dulunya, ibu Zidni berprofesi sebagai tukang pijat. Sementara sang ayah tidak bekerja.

Menurut tetangga di rumah tempat Zidni tinggal itu, air mata Suhin rebas saat menceritakan kondisi keluarganya kepada warga yang lain. Istri sakit. Ditambah, anaknya dibawa ke rumah singgah.

Pengelola Rumah Singgah Ade Riani mengatakan, Zidni sempat dibawa ke rumah sakit pada Kamis sore hingga malam hari. Pada Jumat siang ini, Zidni kembali diperiksa di poli anak.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dr Imbar Umar Gazali menerangkan, dari hasil pemeriksaan awal, asupan gizi Zidni di bawah normal. Ia juga mengidap retardasi mental atau gangguan perkembangan intelegensi yang disebabkan gangguan sejak dalam kandungan sampai masa perkembangan dini. Inilah yang membuat Zidni sulit berkomunikasi. Ia hanya tertarik dengan hal-hal yang dia suka.

Selain itu, Zidni juga diduga mengalami kelainan paru-paru. Ini sedang dipastikan dengan menunggu hasil rontgen. Tangan kanannya yang berlipat, besar kemungkinan karena luka bakar yang tidak diobati secara tuntas. (isb/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya