oleh

3 Lokasi di Tangerang Rawan Tawur Menjelang Sahur, Polisi Bentuk Tim Khusus

Tangerang7.com, Tangerang – Kelompok pemuda kerap melakukan aksi tawur saat menjelang sahur pada bulan suci Ramadan. Di wilayah hukum Polsek Tangerang saja, ada tiga lokasi rawan perkelahian massal. Polisi pun membentuk tim khusus untuk menangani persoalan ini.

Tempat rawan tersebut terdiri dari Jembatan Merah Kampung Babakan, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Benteng Betawi. Modus pelaku tawur rata-rata membuat janji lewat media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WeChat.

Hal itu dikatakan Kapolsek Tangerang Kompol Erwo Samono melalui aplikasi pesan instan kepada wartawan, Senin (13/5/2019). Perwira menengah dengan satu melati di pundak ini telah membentuk tiga tim khusus, masing-masing dipimpin seorang perwira pertama polisi.

“Ditempatkan di titik rawan tawuran, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan bisa mengendalikan situasi. Selain itu, saya memerintahkan Unit Reskrim melakukan penyelidikan terhadap kelompok-kelompok pemuda tersebut,” ujar Ewo.

Terbukti. Pada Minggu (12/5/2019), polisi menggagalkan aksi tawur di depan Transmart Carrefour Tangerang Center, Jalan MH Thamrin, Kota Tangerang. Sembilan pemuda diamankan, satu di antaranya kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit.

Personel polisi bahkan sempat mendapat perlawanan dari pemuda pembawa celurit. Di mana, saat dilakukan penangkapan, ia mengayunkan celurit ke arah polisi. “Namun dapat dihindari. Selain itu, anggota saya ada yang terkena pukulan bambu di kepalanya,” ujar Ewo.

Pemuda bercelurit diketahui bernama Galang Agustiansyah (21). Delapan orang lainnya memang terlibat tawur namun tidak membawa senjata tajam, masing-masing berinisial R (22), RA (20), ARN (21), MSM (22), AS (22), RM (19), MI (19), dan WD (20).

Ewo menegaskan, Galang akan diproses hukum agar jera. Ia disangkakan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam. Sedangkan delapan pemuda lainnya hanya dilakukan pembinaan, serta sebagai efek jera dilakukan penahanan selama 1×24 jam.

Orang tua dari para pemuda itu juga dipanggil ke Mapolsek Tangerang untuk diberikan penjelasan. Lalu diwajibkan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan tawur, diketahui ketua RT, ketua RW, dan lurah setempat.

“Bagi yang masih sekolah harus diketahui kepala sekolahnya. Untuk yang kedapatan membawa senjata tajam tetap diproses menurut hukum yang berlaku,” tandas Ewo. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya