oleh

215 Eksemplar Tabloid Indonesia Barokah Tertahan di Kantor Pos Tigaraksa

Tangerang7.com, Tigaraksa – Bawaslu Kabupaten Tangerang menemukan 215 eksemplar tabloid Indonesia Barokah di Kantor Pos Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Ratusan eksemplar surat kabar ukuran kecil itu masih diamankan di kantor pos setempat dengan penjagaan personel Polresta Tangerang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tangerang Andi Irawan mengatakan, penjagaan dilakukan agar tabloid Indonesia Barokah tidak didistribusikan ke alamat tujuan di wilayah Kabupaten Tangerang. Andi pun mengimbau agar masyarakat tidak termakan dengan isu-isu miring terkait Pemilu 2019.

Untuk diketahui, tabloid Indonesia Barokah ramai diperbincangkan di sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Bawaslu di sejumlah daerah disibukkan dengan keberadaan tabloid ini. Banyak laporan kepada Bawaslu yang menyebut tabloid Indonesia Barokah merupakan alat propaganda politik menjelang Pemilu Presiden 2019.

Tabloid tersebut berjumlah 16 halaman. Pada halaman depan tertulis “Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?”. Kemudian di bawah tulisan ditampilkan gambar karikatur orang memakai sorban yang sedang memainkan wayang.

Ada 13 rubrik berita dalam tabloid Indonesia Barokah. Yang paling banyak disorot sejumlah media adalah berita pada halaman 5 (Laporan Utama) serta di halaman 6 (Liputan Khusus). Judul pada Laporan Utama yakni “Prabowo Marah, Media Dibelah.” Lead pada berita itu tertulis “Prabowo Subianto kembali berulah dengan marah-marah dan melontarkan pernyataan kontroversial.”

Kemudian isi beritanya adalah tentang tuduhan bahwa Prabowo punya kepentingan besar di balik reuni 212 pada 2 Desember lalu. Tuduhan itu ditunjukkan ketika dia marah-marah ke media yang dianggap mengecilkan jumlah peserta reuni 212.

Sedangkan pada rubrik Liputan Khusus, tabloid ini memuat artikel berjudul “Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik?: Membongkar Strategi Semprotan Kebohongan.” Artikel ini bercerita soal kasus-kasus hoaks yang melibatkan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisma. Ada pula boks berisi ulasan Prabowo ditantang untuk menjadi imam salat, yang pernah dilontarkan bekas kader Partai Gerindra, La Nyalla. (sly/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *