oleh

2019, Sudah Ada 16 Kasus Kematian Ibu

Tangerang7.com, Tigaraksa – Kurang siapnya keluarga dalam program kehamilan akan sangat berdampak fatal terhadap kesehatan calon ibu. Beberapa kasus kematian ibu dikarenakan hipertensi.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Sri Indryanti mengatakan, sejak awal 2019 hingga saat ini, pihaknya telah mendata sebanyak 16 kasus kematian ibu. Jumlah tersebut masih sangat jauh dari data pada 2018 yang mencapai 44 orang.

“Sudah ada 16 kasus kematian ibu sepanjang 2019 ini,” ungkap Indry saat ditemui di gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Kamis (4/9/2019).

Adapun beberapa penyebabnya, yakni dikarenakan PEB/eklamsia atau hipertensi dalam kehamilan yang selanjutnya mengalami kejang. Selain itu, karena faktor ekonomi yang memengaruhi asupan gizi calon ibu dari usia remaja hingga hamil.

Selanjutnya, dari sisi usia Indry menjelaskan, terlalu muda, terlalu tua dan terlalu sering hamil menjadi faktor yang masih banyak ditemui.

Ia menyampaikan untuk usia ibu hamil yang aman pada umur 20 sampai 35 tahun. Usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun sangat berisiko tinggi pada ibu hamil.

Ia mengimbau supaya keluarga lebih mempersiapkan kehamilan dengan matang. Mulai dari sisi mental.

Menurutnya, seorang perempuan yang sedang hamil harus mempunyai gizi yang cukup.

“Persiapkan kehamilan dengan matang dari sisi mental dan fisik,” terang Indry.

Selanjutnya, jika memang yang sudah berumur 35 tahun ke atas ingin hamil, ia menyarakan agar menjalani pemeriksaan sesuai dengan standar kehamilan.

Artinya, harus patuh terhadap pemeriksaan yang harus dijalani seorang ibu hamil.

“Kalau memang umur sudah 37 tahun bolehlah dia hamil tapi harus sesuai pemeriksaan sesuai standar kehamilan,” sarannya. (odo/kam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya