oleh

10 Parpol di Kabupaten Tangerang Ogah Kirim Saksi TPS untuk Ikuti Pelatihan

Tangerang7.com, Tigaraksa – Pemungutan suara pada Pemilu 2019 tinggal lima hari lagi. Sabtu (13/4/2019) merupakan masa kampanye terakhir, sebab tanggal 14-16 April adalah masa tenang.

Salah satu kegiatan Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu di pengujung tahapan pesta demkorasi tahun ini yaitu melakukan pelatihan dan bimbingan teknis kepada saksi partai politik yang akan bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal ini tidak terkecuali di Kabupaten Tangerang.

Di kabupaten berjuluk kota seribu industri dengan 29 kecamatan itu tersebar sebanyak 9.010 TPS. Sehingga jumlah ideal saksi adalah 162.180 orang, terdiri dari saksi masing-masing 16 partai politik dan saksi dua pasangan calon presiden-wakil presiden. Namun, hampir 94 persen dari jumlah saksi TPS tersebut belum mengikuti pelatihan dan bimtek.

Demikian dikatakan Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Kabupaten Tangerang Zulpikar. Ia menyebutkan, mekanisme pelatihan dan bimtek saksi TPS antara lain Bawaslu meminta kepada semua parpol dan paslon presiden-wakil presiden untuk mengirimkan nama-nama calon saksi di tiap TPS. Selanjutnya, nama-nama yang dikirim parpol tersebut dilatih dan di-bimtek oleh Panwascam di tiap kecamatan.

“Dari 16 partai politik peserta pemilu dan dua pasangan calon presiden-wakil presiden di Kabupaten Tangerang, terkumpul data calon saksi yang akan dilatih dan di-bimtek sejumlah 9.932 orang dari enam partai politik. Sementara TPS yang ada di Kabupaten Tangerang berjumlah 9.010 titik. Artinya, kebutuhan saksi di semua TPS se-Kabupaten Tangerang seharusnya 162.180 orang, tetapi yang ada hanya 9.932 orang. Jadi, hanya 6,12 persen dari kebutuhan saksi,” jelas Zulpikar kepada Tangerang7.com, Jumat (12/4/2019).

Enam parpol yang sudah mengirimkan nama-nama saksi TPS ke Bawaslu Kabupaten Tangerang yakni Hanura, PBB, PSI, Garuda, PKS, dan Berkarya. Saki paling banyak dari Partai Berkarya berjumlah 3.438 orang dan paling sedikit dari PKS hanya 19 orang. Kendati demikian, tidak semua 9.932 saksi TPS mengikuti pelatihan dan bimtek. Zulpikar mengatakan, hanya 1.103 orang atau 11 persen yang hadir.

“Jika diambil persentase secara keseluruhan, kebutuhan saksi seharusnya 162.180 namun yang mengikuti latihan dan bimtek hanya 1.103 orang. Artinya, hanya 1 persen calon saksi TPS yang mengikuti latihan dan bimtek yang diadakan oleh Bawaslu Kabupaten Tangerang,” ujar mantan Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu Kabupaten Tangerang itu.

Adapun 10 parpol lainnya enggan menyodorkan saksi TPS untuk dilatih dan di-bimtek oleh pengawas pemilu. Yakni Golkar, PDIP, Perindo, PKPI, PAN, PPP, Nasdem, Gerindra, PKB, dan Demokrat. “Ini bukan kesalahan saksi, tetapi parpolnya enggak mau mengirim untuk diberikan pelatihan dan bimtek. Padahal ini sangat penting,” tandas Zulpikar. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya