oleh

1 Korban Tewas di Kompleks Deplu Adam Malik Diduga Perampok

Tangerang7.com, Larangan – Polisi tengah berupaya keras untuk mengungkap kasus pembunuhan di Kavling Deplu Adam Malik, Jalan Manggala, RT 007/007, Kelurahan Cipadu Jaya, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Satu dari dua korban tewas dalam tragedi di rumah nomor 154 itu diduga hendak melakukan perampokan.

Terduga pelaku percobaan perampokan di kediaman pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Lama, Jakarta Selatan tersebut, adalah Ricard Sephor. Pria 27 tahun ini diketahui bertempat tinggal di Jalan Haji Dilun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Dicky Ario Yustisianto mengatakan, sampai saat ini polisi sudah memeriksa sebanyak 8 orang saksi. Ia menyebutkan, tidak ada hubungan apa pun antara Ricard dengan Taslimah dan keluarga. Taslimah sendiri merupakan pemilik rumah nomor 154.

“Sampai saat ini saksi sudah diperiksa 8 orang. Enggak ada hubungan, dugaan sementara orang ini (Ricard) pelaku percobaan perampokan di rumah itu,” jelas Dicky saat dikonfirmasi, Senin (3/6/2019).

Diberitakan sebelumnya, tragedi berdarah di Kavling Deplu Adam Malik pada Minggu (2/6/2019) dini hari. Tiga orang menjadi korban. Dua tewas dan satu kritis.

Korban tewas yakni Farhansyah Akbar (16) dan Ricard Sephor (27). Sedangkan korban luka berat adalah Taslimah (40). Farhan tak lain anak kandung Taslimah. Farhan berstatus pelajar di SMA 90 Jakarta Selatan dan Taslimah merupakan pegawai KPP Pratama Kebayoran Lama.

Sementara identitas Ricard diketahui setelah polisi mengambil sidik jarinya, kemudian dipindai. Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, pada jasad Farhan ditemukan luka terbuka pada pinggang sebelah kiri tembus perut depan.

Pada tubuh Ricard ditemukan luka terbuka pada bagian dada kiri dengan pisau masih menancap, luka terbuka pada leher, serta luka sayatan di atas telinga kiri. Selain itu, terdapat luka terbuka di pinggang dan perut.

Sedangkan di tubuh Taslimah ditemukan luka terbuka pada bagian perut hingga ususnya berburai. Beruntung, perempuan ini masih selamat. Ia saat ini menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta Selatan.

“Dua korban meninggal dunia dievakuasi ke RSU Kabupaten Tangerang dengan menggunakan dua unit ambulans,” kata Dicky. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya