oleh

1 Bus Angkutan Mudik “Balik Kandang”

Tangerang7.com, Tangerang – Menjelang libur Hari Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Dinas Perhubungan Kota Tangerang melakukan pengecekan angkutan umum di Terminal Poris Plawad. Pengecekan ini sudah berlangsung sejak minggu lalu.

Tujuannya, demi kelancaran dan keamanan dalam berlalu lintas menjelang arus mudik natal dan tahun baru. Dari hasil pemeriksaan, 1 unit bus harus balik kandang akibat tidak laik jalan.

Selain kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor, petugas juga melakukan pemeriksaan unsur teknis seperti sistem penerangan, pengereman, badan kendaraan, kondisi ban, perlengkapan, pengukur kecepatan, wiper, hingga klakson.

“Pemerintah Kota Tangerang melalui Dishub berkoordinasi dengan Kepala Terminal Poris Plawad, melakukan pengujian ramcek untuk kesiapan angkutan bus yang akan keluar Kota Tangerang,” ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dalam keterangan tertulis, Senin (23/12/2019).

Alhasil, 114 unit bus dinyatakan laik jalan. Adapun 1 unit bus dipastikan tidak laik jalan, sehingga harus balik kandang.

“Dari semua yang sudah dilakukan uji ramcek, ada 114 yang layak beroperasi dan satu unit yang tidak layak, tadi sudah di-grounded,” jelas Arief.

Dia pun berharap, masyarakat yang menggunakan transportasi umum dari Kota Tangerang merasa nyaman dan aman serta selamat sampai tujuan. Sebab, instansi terkait sudah melakukan pemeriksaan terhadap angkutan umum.

“Jadi kepada seluruh masyarakat, gunakan transportasi-transportasi yang sudah ada di terminal dan resmi, yang kelaikannya sudah teruji,” ujar Arief.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menyebut, pemeriksaan tersebut bertujuan agar kendaraan yang digunakan masyarakat dalam keadaan laik jalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Sejak hari Rabu minggu lalu, kami bersama gabungan dengan TNI dan Polri sudah melakukan pengujian ramcek dan juga posko pengaturan lalu lintas dan terminal,” kata Wahyudi.

Terkait 1 unit bus yang tidak laik jalan, Wahyudi menekankan, sudah dilakukan sesuai prosedur. Di samping itu, Dishub punya kewajiban untuk melakukan pengujian terhadap kelaikan kendaraan bermotor secara berkala.

“Jadi kalau ada kendaraan yang kami uji dan tidak laik jalan secara teknis kami akan drop off atau tidak bisa beroperasi. Artinya, seluruh angkutan barang dan orang yang beroperasional itu wajib melakukan uji kir,” tandas dia. (rls/fdy/*)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya