oleh

1.100 Kantor Cabang Tutup, Bank Ramai-Ramai PHK Karyawan

PHK Tembus 50 Ribu Karyawan

Dilansir CNBC Indonesia, Jaringan Komunikasi Serikat Pekerja Perbankan Indonesia menyebutkan, sejak 2016 setidaknya terjadi PHK terhadap 50.000 karyawan bank di Indonesia. PHK itu lantaran perbankan melakukan efisiensi dengan menggunakan teknologi, sehingga ada beberapa pekerjaan di sektor perbankan yang tidak lagi melibatkan manusia.

Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan PT Bank Agris Tbk Ita Handayani menyampaikan pendapat berbeda. Dia mengakui kemajuan teknologi akan menggantikan beberapa pekerjaan seperti customer service dan teller bank, namun hal itu efeknya masih jangka panjang.

“Itu waktunya masih akan panjang, sehingga untuk karyawan dirumahkan tidak terlalu nyata, itu berangsur, tidak akan kelihatan dalam watu dekat,” jelas dia.

Namun yang pasti, sebagai pelaku di industri perbankan, ia tak menampik ada beberapa penyesuaian yang mulai dilakukan. Misalnya, karyawan yang bidang kerjanya digantikan oleh robot atau otomatisasi, maka akan dipindahkan ke divisi atau unit lain.

Selain itu, untuk efisiensi, perbankan juga memilih tidak menambah karyawan dibanding menghilangkan kantor-kantor cabang. Ia pun belum bisa mengatakan ada beberapa profesi yang berpotensi hilang di industri perbankan.

“Kami belum ada sampai ke situ kalau jangka panjang mungin akan ke sana, itu prosesnya lama, saya tidak melihat itu berdampak secara besar-besaran,” tegas Ita.

Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakhiri, mengamini adanya PHK massal karyawan bank. Namun tidak mencapai angka 50.000 tersebut. “Saya belum ada laporan itu. Yang ada sih masih relatif kecil, kecil ada beberapa yang bermasalah. Nggak sampai lah kalau 50 ribu. Banyak yang dialihkan mungkin, bukan PHK, tapi nanti saya cek lagi,” kata Hanif dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (17/1/2019). (bs/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya